Menghadapi Teman yang Numpang Nama dalam Kerja Kelompok

Teman yang numpang nama dalam kerja kelompok perlu disikapi dengan serius. Selain menjadikan pekerjaan semakin berat karena kehilangan orang yang berkontribusi, mengabaikan masalah numpang nama bisa membentuk karakter teman yang toxic.

 

Mahasiswa yang numpang nama akan menjadi terbiasa karena teman mereka yang lain tidak memedulikan dan akan tetap mengisi bagian yang rumpang dari pekerjaan.

 

Ada banyak alasan di balik sikap tersebut, mulai dari kesibukan di luar perkuliahan, rasa malas, atau masalah lain yang mungkin tidak ingin diketahui orang lain.

Baca Juga: Info Penting untuk Mahasiswa: Tipe Teman Kelompok yang Tidak Disukai

 

Bagaimana cara menghadapi teman yang suka numpang nama?

 

1. Jaga komunikasi selama kerja kelompok

Buat chat group untuk mengontrol pengerjaan tugas, tanyakan update secara berkala. Jika ada teman yang mengalami kesulitan, grup tersebut dapat membantu koordinasi.

 

Ketika menghadapi kemungkinan terburuk dimana teman yang sering numpang nama tidak memberikan respon atau menghilang, kamu dan teman-temanmu bisa berdiskusi untuk menutup bagian yang ditinggalkan.

 

2. Buat pembagian tugas yang adil

Diskusikan pembagian tugas dengan melibatkan seluruh anggota kelompok. Teman yang numpang nama bisa jadi disebabkan oleh bagian tugas yang tidak ia sukai atau sulit baginya.

 

Ketika tugas dibagi dengan adil, setiap orang akan berusaha untuk komitmen dengan apa yang sudah disepakati bersama.

 

3. Tentukan deadline

Menghadapi teman yang gemar numpang nama haruslah tegas. Buat deadline bersama, jangan melewatkan peran teman tersebut.

 

Ketika teman yang memiliki kebiasaan numpang nama terlibat dalam penentuan deadline, ia akan lebih tergerak untuk menyanggupi.

 

4. Beri ketegasan

Memberi keringanan pada teman yang suka numpang nama juga ada batasnya.

Setelah mencoba menghubungi dan menanyakan pada teman tersebut, jika mereka tidak menunjukkan komitmen untuk mengerjakan tugas, bersikaplah tegas dengan tidak menuliskan nama teman tersebut.

 

Eits! Jangan sampai marah-marah dan sampa membuat pertengkaran ya. Ingat untuk mencoba mengomunikasikan masalah dengan baik.

Siapa tahu sebenarnya teman tersebut benar-benar membutuhkan bantuan namun tidak berani mengutarakan.

 


Sumber Thumbnail: Keith Negley