Gejala dan Tanda Orang yang Mengalami Trust Issue

Trust issue adalah situasi ketika seseorang mengalami rasa sulit percaya pada orang lain yang disebabkan oleh beberapa faktor tertentu, seperti dikhianati, disakiti, dikecewakan, diabaikan, dan lain sebagainya.

 

Gejala dan Tanda Orang yang Mengalami Trust Issue

Kenali gejala dan tanda apabila seseorang mengalami trust issue. Berikut penjelasannya:

1. Mudah Curiga pada Orang Lain

Mencurigai seseorang yang sebelumnya pernah menyakiti ataupun mengkhianati kita merupakan hal yang lazim. Namun, bagaimana jika curiga pada orang yang tidak pernah berbuat salah pada kita? Atau bahkan curiga pada seseorang yang belum lama kita kenal? Waspada itu merupakan gejala dan tanda bahwa kita mengalami trust issue.

 

Rasa curiga seperti itu bisa saja muncul akibat seseorang yang baru kita kenal tersebut, memiliki kemiripan ciri atau karakteristik dengan seseorang yang pernah menyakiti atau mengkhianati kita pada masa lalu. Pengalaman itulah yang membuat kita menaruh rasa curiga dan hati-hati pada setiap orang yang dijumpa.

 

2. Cenderung Tidak Memiliki Hubungan Mendalam pada Orang Lain

Seseorang yang mengalami trust issue cenderung membatasi diri dengan orang lain. Hal itu disebabkan adanya rasa tak percaya pada orang lain. Dapat dikatakan, hubungan yang tidak dilandaskan atas dasar percaya, cenderung tidak mendalam.

 

Selain itu, saat berkomunikasi dengan orang tersebut, kalian hanya sebatas membicarakan mengenai hal-hal yang sekiranya perlu saja. Kalian berupaya untuk melindungi diri agar orang tersebut tidak masuk ke ranah kehidupan kalian. Dengan bertindak seperti itu, kalian berpikir bahwa orang tersebut tidak akan menyakiti kalian, seperti yang telah dilakukan oleh orang di masa lalu.

 

3. Merasa Kesepian dan Hampa

Rata-rata seseorang yang mengalami trust issue akan menarik diri dari lingkungan. Dengan begitu, ia enggan untuk memperlihatkan siapa sebenarnya dirinya sehingga ia akan terlihat asing di hadapan orang lain. Bisa dikatakan, orang lain tidak mengenalnya secara mendalam.

 

Hal tersebut yang membuat dirinya dirundung kesepian dan rasa hampa karena tidak mempunyai seseorang untuk bertukar cerita secara mendalam. Lambat laun, perasaan tersebut menyebabkan depresi dalam diri karena sangat mustahil kita dapat berinteraksi dengan orang lain, tetapi dilandasi dengan rasa takut untuk percaya.

           

Sumber Thumbnail: Jeyjingga