Cara Mengatasi Luka Hati agar Cepat Pergi

Luka hati bukanlah sesuatu yang bisa diantisipasi dan disembuhkan dengan mudah. Jika tidak dikelola atau dikendalikan dengan benar, luka hati bisa memengaruhi kondisi fisik dan mental seseorang.

 

Cara Mengatasi Luka Hati agar Cepat Pergi

Luka hati hanya dapat membaik seiring berjalannya waktu. Namun, beberapa cara berikut ini bisa dilakukan untuk menghilangkan atau setidaknya mengurangi luka hati yang muncul akibat patah hati:

 

1.Ungkapkan luka hati yang dirasakan melalui tulisan

2. Curahkan perasaan Anda pada orang terdekat dan saringlah saran dari mereka yang dapat membantu Anda menyembuhkan luka hati

3. Hindari musik yang mengingatkan Anda pada masalah yang dialami atau kenangan masa lalu

4. Singkirkan semua barang atau segala sesuatu yang dapat mengingatkan Anda kepadanya, atau cobalah untuk menata ruangan dengan memindahkan perabotan atau memberinya sentuhan warna-warna cerah

5. Cobalah melakukan meditasi setidaknya selama 15 menit untuk menenangkan otak dan mengurangi rasa tidak nyaman

6. Ajak teman atau saudara berjalan-jalan atau menonton film, guna meredakan luka hati

Konsumsilah makanan yang mengandung serotonin yang tinggi, seperti nanas, tahu, susu, yoghurt, keju, kacang-kacangan, salmon, dan telur, untuk membantu Anda merasa lebih bahagia

7. Selain beberapa cara mengatasi luka hati di atas, Anda juga harus tetap aktif melakukan kegiatan yang positif, menjaga pola makan, dan bergaul dengan lingkungan sekitar. Hal ini dapat menurunkan risiko munculnya gangguan kesehatan akibat hati yang terluka.

 

Menghilangkan luka hati membutuhkan waktu yang tidak singkat. Agar masa-masa buruk itu berlalu dengan cepat, sebaiknya tahan diri untuk menjalin hubungan dengan orang yang membuat Anda terluka. Selain menghindari di dunia nyata, batasi pula hubungan Anda dengannya di dunia maya.

 

Apabila luka hati yang dirasakan membuat Anda sulit menjalani aktivitas sehari-hari, bahkan memunculkan perasaan negatif hingga terpikir untuk melukai diri atau bunuh diri, segera konsultasikan ke psikolog agar tidak terus membebani diri Anda.

 

Sumber Thumbnail: Republika