Perfeksionis: Bisa Merusak Mental Health

Perfeksionis adalah sesuatu sifat seseorang ketika orang tersebut memiliki standar tinggi dalam kemampuan yang ia miliki, bisa berupa kesempurnaan bekerja atau kerapihan dalam segala hal. Faktanya dalam kehidupan sehari hari, perfeksionis dapat kita temukan pada kehidupan sehari-hari.

 

Pada umumnya orang perfeksionis memiliki ciri:

  1. Seseorang mau semua yang ada pada hidupnya terlihat sempurna dan rapih
  2. Suka dengan keteraturan, misalnya jadwal rapi, waktu jelas, kamar rapi dan lain sebagainya
  3. Mengerjakan sesuatu sampai selesai semua dan tidak pernah memiliki niat menunda atau menjeda-jeda pekerjaan
  4. Peduli dan memperhatikan sesuatu yang kecil secara rinci
  5. Suka mempersiapkan, artinya ia memiliki kebiasaan segala sesuatu harus disiapkan dengan rapih dan terorganisir

 

Tetapi faktanya secara tidak langsung perfeksionis dapat merusak mental health, apabila perfecsionis sudah dijadikan suatu yang dilebih-lebihkan dan melampaui batas wajar pada diri sendiri. Dari penjelasan tersebut ada tiga bahaya umumperfeksionis untuk mental health, diantaranya:

  1. Perfeksionis mengundang kecewa, insecure dan overthinking

Hal tersebut terjadi karena diri kita ingin semuanya sempurna dan rapi, tetapi ketika hasilnya tidak sesuai maka hal tersebut muncul seperti kecewa overthinking dan lain sebagainya sehingga akan menyalahkan diri sendiri terus menerus

  1. Perfeksionis mengundang stress dan burnout

Hal ini biasanya disebabkan karena seorang tersebut ingin menyelesaikan sesautu dalam satu waktu, bahkan hal tersebut tetap dilakukan ketika waktu jam istirahat, hal tersebut bisa mengundang burnout dan stress

  1. Perfeksionis mengundang seseorang untuk bertindak lama dan tidak berjalan

Seorang yang perfeksionis terlalu banyak merencanakan sehingga ia terkadang membuat diiri kita lama dan mulai melakukan sesuatu, sehingga hal tersbeut bisa menimbulkan overthinking yang sangat kuat

 

Penulis: Dede Radika

Thumbnail: freepik.com