Creative Block: 3 Jenis Dari Nightmare Para Pekerja Kreatif

Kamu pekerja kreatif? Apa kamu mengetahui creative block? Apakah kamu pernah mengalami creative block? Atau kamu pernah mengalaminya tanpa sadar kalau hal ini memiliki namanya sendiri? Kalau begitu mari sama-sama belajar untuk cari tahu penjelasan mengenai creative block dan jika kamu pernah mengalaminya, cari tahu jenis creative block yang pernah kamu alami!

Cari Tahu Arti Creative Block

Blok yang terjadi atas kreativitas kamu (creative block) biasanya membuat kamu merasa stuck (buntu) terhadap pekerjaan yang sedang kamu kerjakan. Para musisi, artis, graphic designer, penulis novel, penulis naskah dan para pekerja kreatif lainnya merasakan adanya hambatan dalam mendapatkan inspirasi untuk melanjutkan pekerjaannya.

Disebut sebagai nightmare (mimpi buruk) dari para pekerja kreatif karena yang dibutuhkan oleh mereka dalam bekerja adalah ide-ide yang kreatif, dan pada saat creative block terjadi berarti membuat hambatan pada tugas yang sedang dikerjakan yang akan menghambat proses pekerjaannya, progress tim, dan bahkan menghambat kamu untuk maju. Menyadur dari 99U, ternyata creative block memiliki 7 jenis, berikut 3 jenis dari creative block yang perlu kamu ketahui:

  • Mental Block

Ketika terjadi mental block, kamu terjebak dengan pemikiranmu sendiri. Biasanya terjadi karena terlalu subjektif dalam cara memandang segalanya, hingga tidak sadar kalau tidak ada pilihan yang lain.

  • Emotional Barrier

Hambataan emosional ini membuat kamu merasa ragu bahkan malu dengan ide atau karya yang akan dihasilkan. Maka perasaan-perasaan ini akan mengarahkan kamu dalam creative block dengan penundaan pekerjaan. Takut untuk eksplor membuat seseorang menjadi stuck di tempat dan tidak mau memberikan effort dan mengasilkan karya yang sebenenarnya adalah diri kamu.

  • Kebiasaan Bekerja Yang Tidak Berhasil

Mungkin kamu adalah orang yang belum bisa beradaptasi dengan waktu dan tempat kerja baru kamu yang mengakibatkan kamu tidak efektif dan efisien dalam bekerja, yang tadinya ingin produktif, justru sangat menyita waktu.