Filosofi Semut: Belajar Kerjasama dari Semut

Kita sepakat bahwa hewan yang snagat tertib di dunia ini ada dua, pertama bebek dan yang kedua adalah semut. Dua hewan tersebut sejatinya ia hanya mempunyai nafsu tetapi tidak mempunyai akal dan pikiran tetapi secara tidak sadar mereka dapat berjalan dengan tertib dan tidak saling pukul memukul.

 

Seharusnya kita sebagai manusia, yang sejatinya diberi kesempurnaan oleh Allah SWT dapat meniru perilaku tertib dari salah satu hewan tersebut. Karena selain indah dilihat juga mengimplementasikan ajaran-ajaran kita sebagai manusia

 

Kita tau bahwa semut adalah hewan kecil yang apabila kita lihat, maka mereka sangat tertib dalam melakukan berbagai macam kegiatan. Selain itu mereka kompak, solid, cepat, dan juga kuat. Faktanya bahwa semut dapat mengangkat benda yang besarnya dua kali lipat dari tubuhnya dan hal ini bisa dibilang sangat biasa

 

Kita mungkin sering bertanya mengapa mereka dapat melakukan itu? Jawabannya adalah karena mereka menggunakan seluruh kemampuannya. Beda dengan manusia, mereka menggunakan kemampuannya untuk mempersulit dirinya. Ini fakta.

 

Padahal, apabila kita fikirkan bahwa apa yang dilakukan semut adalah suatu cerminan yang perlu kita pelajari dan implementasikan dalam hidup sebab hasilnya akan berguna dan bbermanfaat. Salah satu contoh, apabila macet di salah satu jalan, itu disebabkan bukan karena kesalahan salah satu faktor kebanyakan kendaraan, melainkan karena pengendara tidak tertib berlalu lintas.

 

Apabila mereka semua tertib dalam berlalu lintas, maka kita akan tau hasilnya seperti apa. Dengan demikian apabila hal tersebut tidak dilakukan maka secara garis besar bahwa manusia dan semut, pola pikirnya masih jauh lebih berkembang semut sebab mereka mengimplementasikan semuanya tanpa terkecali.

 

 

Thumbnail: freepik.com