4 Jenis Coping Skill Yang Perlu Kamu Pahami!

Tahukah kamu mengenai coping mechanism dan coping skill? Yuk sama-sama belajar mengenai coping mechanism dan 4 jenis coping skill yang sehat untuk membantu mengelola stres yang sedang kamu alami!

Coping mechanism atau mekanisme koping adalah strategi yang umumnya digunakan untuk menghadapi stres dan juga trauma untuk membantu mereka yang kesulitan dalam mengatur hal yang menyakitkan atau mengendalikan emosi.

Tujuan dari coping mechanism sendiri adalah untuk menjaga kesehatan mental, maka dari itu semua orang harus memiliki pengetahuan mengenai mengelola stres menggunakan mekanisme koping. Sebelum mengetahui coping skill yang sehat, kamu harus sadar dan mengetahui mengenai coping skill yang tidak sehat.

Tentunya, semua orang memiliki cara untuk mengendalikan dan menghadapi stresnya masing-masing akan tetapi jika memiliki coping skill yang tidak sehat akan berujung merugikan diri sendiri.

Contoh coping skill yang tidak sehat adalah segala sesuatu yang berlebihan seperti minum alkohol berlebihan, mengonsumsi obat-obatan terlarang, makan berlebihan atau bahkan tidak mau makan sama sekali.

Betul jika semua orang memiliki caranya sendiri dalam mencari cara untuk menghadapi stres, tetapi alangkah lebih baik jika belajar mengetahui coping skill yang sehat agar tidak memperburuk situasi atau bahkan menimbulkan masalah baru. Menyadur dari laman NCBI, Coping skill yang sehat dikategorikan menjadi 4 jenis, yaitu:

1. Problem-Focused

Berfokus pada permasalahan dan cara penyelesaiannya, dengan mencari sebab dan akibat. Sebisa mungkin peka dengan sekitar, ketika sudah merasa berada di hubungan yang tidak sehat (toxic relationship) lekas berhenti berhubungan daripada harus mengganggu aktivitas dan juga kesehatan mental.

2. Emotion Focused

Fokus dengan emosi, mengenali atau mengetahui emosi negatif yang terkait dengan masalah. Emosi tersebut dapat dialihkan dengan melakukan hobi, relaksasi, mencari humor, menulis jurnal dan juga berdoa.

3. Meaning Focused

Berfokus pada makna, biasanya seseorang akan menggunakan strategi kognitif untuk mengelola makna dari situasi yang dihadapi.

4. Social Coping

Koping sosial dapat dilakukan dengan mencari dukungan emosional dari keluarga, teman, atau bahkan profesional untuk mengelola stres atau emosinya.