Mengapa Sedotan Plastik Bukan Pilihan Bijak

Menggunakan sedotan saat minum memang memberikan sensasi tersendiri saat minum. Terlebih pada minuman dingin, tanpa sedotan rasanya ada yang kurang dalam menikmati suatu minuman. Tidak mengherankan jika sedotan banyak digunakan terutama yang terbuat dari plastik.

 

Sedotan plastik dipilih karena harganya yang lebih ekonomis dan fungsinya lebih efisien. Akan tetapi menggunakan sedotan plastik ternyata bukanlah pilihan yang bijak untuk dilakukan. 

 

Minum menggunakan sedotan plastik sebenarnya dapat menyebabkan perut menjadi kembung. Hal ini disebabkan banyaknya udara yang ikut masuk melalui sedotan. Selain itu, penggunaan sedotan juga dapat meningkatkan risiko gigi berlubang karena cenderung mengirimkan minuman manis ke celah-celah gigi yang susah dibersihkan.

 

Sedotan plastik juga tidak direkomendasikan untuk digunakan karena memiliki resiko dapat merusak lingkungan. Sebagaimana telah diketahui secara luas bahwa plastik merupakan bahan sulit terurai dan dapat mencemari lingkungan.

 

Sedotan plastik umumnya terbuat dari polypropylene (PP) yang tidak dapat didaur uang. Jenis plastik ini juga biasanya digunakan untuk membuat botol-botol yang menampung sirup, obat, saus, dan lain-lain.

 

Jenis plastik yang tidak dapat didaur ulang hanya akan berakhir di tempat pembuangan sampah. Cepat atau lambat, pembuangan sampah ini juga akan ditampung di lautan sehingga membahayakan para hewan penghuni lautan.

 

Mengingat bahaya yang cukup besar karena penggunaan sedotan plastik, maka pilihan untuk menggunakan sedotan plastik untuk minum merupakan keputusan yang kurang bijak.

 

Thumbnail: Beritasatu