Dampak Buruk Sampah Sedotan Plastik Bagi Lingkungan

 

 

Sedotan plastik merupakan salah satu barang yang banyak digunakan oleh masyarakat. Beberapa waktu belakangan penggunaan sedotan plastik mendapat kritik dari beberapa pihak karena dapat merusak lingkungan.

 

Sejatinya sedotan bukanlah item pokok yang harus selalu ada. Tanpa ada sedotanpun manusia tetap bisa minum sebagaimana biasanya. Akan tetapi penggunaan sedotan teruma yang terbuat dari plastik tetap marak dan sampahnya terus terakumulasi di alam dari waktu ke waktu.

 

Menumpuknya sampah sedotan plastik menyimpan bahaya yang cukup besar bagi alam. Berikut ini adalah beberapa bahaya yang bisa ditimbulkan sedotan plastik terhadap lingkungan.

 

1. Merusak habitat hewan laut

 

Keberadaan sedotan plastik di laut dapat mengancam kehidupan hewan-hewan yang ada di laut. Data yang dipublikasikan oleh Centre for Biological Diversity, di Pasifik Utara, ikan-ikan menelan sekitar 12 ribu hingga 20 ribu ton plastik setiap tahun. Sementara itu, 56 cetacea, seperti paus dan lumba-lumba, ditemukan menelan sampah laut.

 

Penyu, burung laut, dan ikan yang mengonsumsi plastik bisa mati kelaparan. Pasalnya  setelah makan plastik, hewan-hewan ini berpikir bahwa mereka telah makan sesuai dengan kebutuhan. Selain membunuh hewan yang tidak bersalah dengan sampah plastik, manusia juga sedang merusak bagian penting dalam rantai makanan.

 

2. Membuat lautan tercemar

 

Sampah sedotan plastik yang berakhir di lautan berjumlah sekitar 8 juta ton setiap tahunnya. Sebagian dari limbah ini adalah limbah yang terbawa melalui arus sungai.

 

Ada banyak alasan mengapa sedotan plastik rentan sampai ke laut. salah satunya karena sedotan merupakan bagian penting dari sampah pantai, yang bisa berasal dari warung-warung makan sekitar pantai atau dibawa langsung oleh pengunjung pantai.

 

Keberadaan plastik di lautan tentunya sangat mencemari laut karena sifat plastik yang sulit terurai.

 

3. Sulit terurai secara alami

 

Sebagian besar sedotan plastik terbuat dari polipropilena yang tidak dapat terurai secara hayati. Ini berarti, saat sedotan plastik dibuang ke lingkungan, organisme kecil tidak dapat memakan dan menguraikannya.

 

Sedotan plastik akan terdegradasi dan secara bertahap hancur menjadi partikel yang lebih kecil, yang dikenal sebagai mikroplastik. Dijelaskan dalam laman TRVST, butuh periode hingga 200 tahun agar plastik berubah menjadi mikroplastik. Saat terdegradasi, plastik juga melepaskan bahan kimia berbahaya, seperti bisphenol A (BPA), yang dikaitkan dengan pencemaran lingkungan dan masalah kesehatan.

 

Thumbnail: LPM Gelora Sriwijaya