Dampak Rumah Berantakan Terhadap Kesehatan Mental

Idealnya, rumah menjadi tempat pulang dan beristirahat setelah penat seharian. Atau, menjadi tempat menuntaskan rasa rindu bagi perantau. Namun ketika kondisi rumah berantakan, jangankan merasa nyaman. Justru, yang muncul adalah sebaliknya.

 

Rumah berantakan dalam hal ini bukan berarti harus punya interior dengan satu tone warna sama atau serba minimalis. Bukan itu. Rumah yang tidak berantakan berarti seluruh barang terletak di tempatnya.

Lebih jauh lagi, barang yang ada pun memiliki fungsi. Bukan hanya tergeletak atau ada di sudut rumah padahal tidak pernah dipakai.

 

Berikut ini beberapa dampak rumah berantakan terhadap kesehatan mental:

1.Menimbulkan rasa stres

2. Energi berkurang

4. Sulit fokus

5. Tidak bisa menuntaskan pekerjaan

6. Sulit menemukan barang

7.Hidup tidak stabil

8. Mudah marah dan tersinggung

9. Mood berantakan

10. Merasa kesepian

11. Membuat manajemen waktu berantakan

 

Beberapa hal di atas hanya segelintir dampak negatif rumah berantakan terhadap mental. Berada di dalam rumah yang kacau balau akan membuat hari seseorang penuh dengan energi negatif. Tentunya, ini membuat sulit fokus dan menuntaskan tugas. Apalagi untuk menemukan ide atau inspirasi.

 

Secara teknis, rumah yang tidak tertata juga menyulitkan ketika harus mencari sesuatu. Pasti perlu waktu jauh lebih lama ketimbang ketika segala benda sudah terletak di tempatnya.

Waktu yang terbuang percuma ini lama kelamaan akan menghabiskan alokasi waktu untuk hal-hal penting, bahkan merawat diri sendiri.

 

Sumber Thumbnail: Kompas.com