Tantangan yang Dihadapi Sandwich Generation

Sandwich generation adalah sebutan bagi generasi yang terjebak di tengah dua generasi. Terjebak dalam hal ini dimaknai sebagai memiliki tanggung jawab merawat orangtua dan anak-anak.

 

Menurut Journal of Social Distress and the Homeless, sandwich generation umumnya berada pada rentang usia 40 hingga 65 tahun.

 

Pendapat lain dari Asian Journal of Women’s Studies mengatakan bahwa sandwich generation di Filipina umumnya berusia 30-35 tahun. Ini menunjukkan bahwa sandwich generation berbeda-beda di setiap tempat.

 

Belakangan ini, pembahasan mengenai sandwich generation menarik perhatian dan mengemuka di media sosial.

 

Bertanggung jawab terhadap orangtua dan anak-anak sendiri adalah tugas yang berat. Ketahui tantangan bagi sandwich generation agar kamu bisa menghargai mereka yang berjuang menghidupi dua generasi.

 

Selain itu dengan mengetahui tantangan sandwich generation, kamu bisa merencanakan bagaimana kamu akan mengelola kehidupan di masa depan ketika sudah memiliki anak dan orangtua masih ada untuk menemani.

 

1. Menyeimbangkan tuntutan

Menurut jurnal The Sandwich Generation: Challenges and Coping Strategies of Multigenerational Families, tantangan yang dihadapi adalah: kesulitan menemukan waktu, energi dan sumber daya untuk menyeimbangkan tuntutan.

 

Tuntutan tersebut berasal dari orangtua yang semakin menua, kebutuhan dari anak-anak yang masih bergantung pada orangtuanya, dan tanggung jawab di tempat kerja.

 

Para sandwich generation biasanya sedang mengejar karir dan mendapatkan tuntutan besar di tempat kerja. Tidak berhenti di sana, mereka juga mendapat tekanan dari tanggung jawab untuk merawat orang tua dan anak-anak mereka.

 

2. Risiko gangguan kesehatan mental

Akibat tuntutan yang tinggi dari berbagai sisi, sandwich generation rentan terhadap gangguan kesehatan mental. Mereka merasa sulit untuk memberi perhatian pada diri sendiri akibat “kewajiban” menghidupi anak dan orangtua.

 

Jika kamu melihat orangtua atau orang di sekitar dan merasa mereka adalah sandwich generation, hargai upaya mereka. Berikan dukungan dan jadilah anak yang berbakti. Mereka akan berterima kasih untuk itu.

 


Sumber Thumbnail: Money Talk