Self-Evaluation: Tips Melakukan Evaluasi Diri di Tempat Kerja

Evaluasi diri adalah memberikan penilaian terhadap kinerja diri sendiri. Tujuan dari self-evaluation adalah memberikan kesempatan bagi setiap karyawan untuk memberi penilaian, mengemukakan masalah yang dihadapi selama bekerja dari sudut pandang sendiri, maupun meningkatkan kesadaran.

 

Tempat kerja yang baik tidak hanya memberikan evaluasi secara satu arah dari manajer, pengawas, atau atasan lainnya, melainkan memberi ruang untuk self-evaluation.

 

Tips melakukan self-evaluation di tempat kerja

1. Tunjukkan pencapaian

Self-evaluation adalah kesempatan bagi seseorang untuk menunjukkan keunggulan dan prestasi yang dicapai. Sebutkan proyek atau tugas apa saja yang telah dilakukan secara runtut.

 

Laporan self-evaluation akan menjadi semakin baik jika seseorang dapat menyebutkan keunggulannya secara spesifik.

 

Spesifik artinya dapat menjelaskan kontribusi apa yang diberikan dalam tim maupun peran diri sendiri secara individu terhadap keberhasilan proyek tertentu.

 

Dalam menunjukkan pencapaian saat evaluasi diri, sertakan data yang akurat berupa gambar, grafik, tabel, dan sebagainya. Ini bertujuan untuk mencegah anggapan bahwa karyawan tersebut terlalu subjektif dalam menuliskan evaluasi diri.

 

Jangan tunggu akhir tahun untuk menyiapkan evaluasi. Mulai cicil dari awal tahun dengan mencatat semua tugas yang telah dilalui, selama ingatan masih fresh.

 

2. Jangan takut untuk memberi kritik pada diri sendiri

Selain menonjolkan keunggulan, laporan evaluasi diri juga perlu menuliskan tentang kesalahan yang pernah diperbuat dalam konteks pekerjaan. Melalui kesadaran terhadap kesalahan, seseorang dapat mengetahui aspek apa yang bisa diperbaiki atau ditingkatkan.

 

Menunjukkan kesalahan bukan berarti menjelek-jelekkan diri sendiri. Self-evaluation akan menjadi lengkap ketika disertai dengan kritik. Seseorang yang profesional tidak hanya berani memberi kritik pada orang lain, namun juga sadar pada tindakan diri sendiri.

 

Atasan biasanya sadar tentang kesalahan karyawan di bawahnya, meski demikian, karyawan tersebut harus mampu menyadari, memiliki kemauan untuk belajar agar menjadi lebih baik.

 

3. Bagikan rencana ke depan

Self-evaluation tidak berhenti pada aspek keunggulan dan kritik. Seorang karyawan perlu menuliskan rencana berisi langkah yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas diri maupun tujuan baru.

 


Sumber Thumbnail: Freepik