Tips Pengembangan Diri: Membangun Self-Image yang Positif

Self-image atau citra diri menunjukkan bagaimana seseorang melihat dirinya sendiri.

 

Merujuk pada American Psychological Association, self-image merupakan faktor krusial dalam kepribadian seseorang.

 

Self-image yang positif dalam mendukung kesuksesan seseorang dalam menjalin relasi dan memengaruhi well-being secara positif pula. Sebaliknya ketika self-image bersifat negatif, seseorang akan menjadi self-abusive atau melukai diri sendiri.

 

 “Sebuah self-image yang kuat dan positif adalah persiapan terbaik untuk mencapai kesuksesan”

—Joyce Brothers

 

Apa yang memengaruhi self-image?

Cleveland Clinic menyebutkan bahwa self-image berasal dari proses belajar selama hidup. Pengaruh masa kecil misalnya dari orangtua, berperan besar dalam membentuk self-image.

 

Self-image dapat terus berubah-ubah seiring waktu, tergantung pada dinamika kehidupan masing-masing. Ketika seseorang mendapati kejadian yang membuatnya terpuruk, self-image yang terbentuk cenderung negatif.

 

Mengapa self-image yang positif diperlukan?

Melalui self-image yang positif, seseorang akan menyadari potensi dan kelebihan yang dimiliki agar dapat dimanfaatkan. Self-image yang positif juga menjadikan seseorang melihat kekurangan dan batasan secara realistis dan tidak cenderung menyalahkan diri sendiri.

 

Kontrasnya, self-image yang negatif membuat seseorang fokus pada kelemahan dan kesalahan, sehingga memicu self-blaming, perasaan tidak berharga, atau rendah diri.

 

Bagaimana membangun self-image yang positif?

1. Tuliskan kelebihan diri sendiri

Self-image positif dimulai dari memupuk rasa percaya diri.

 

Luangkan waktu sejenak untuk memikirkan keterampilan yang dikuasai, sifat, atau karakter positif dalam diri. Selain itu, coba ingat apa saja pujian yang pernah diberikan orang lain.

 

Melalui pujian, seseorang bisa melakukan refleksi dan menyimpulkan kelebihan apa yang dimiliki sehingga membuat orang lain merasa perlu memberikan pujian.

 

2. Kurangi membandingkan diri dengan orang lain

Fokus pada diri sendiri adalah kunci menciptakan self-love positif. Setiap orang unik dan spesial dengan cara masing-masing.

 

3. Belajar menerapkan self-love

Setelah menyadari kelebihan dan kekurangan, coba terapkan self-love. Self-love positif juga terbentuk dari upaya menyayangi diri sendiri.

 

Bagaimana self-image seseorang tergantung pada perspektif yang digunakan. Gunakan sudut pandang yang positif jika ingin membangun citra diri yang penuh rasa percaya diri dan produktif.

 


Sumber Thumbnail: Flickr