Tanda Si Perfeksionis dalam Dunia Kerja

Perfeksionis adalah kepribadian seseorang yang selalu mengupayakan kesempurnaan.

 

Menurut Psychological Bulletin oleh American Psychological Association, sikap perfeksionis adalah gabungan dari standar pribadi yang terlalu tinggi dan penilaian yang terlalu kritis terhadap diri sendiri.

 

Kondisi di atas menyebabkan seseorang yang perfeksionis berpotensi menjadi kurang produktif dan merasa tertekan.

 

 “Hal yang sulit namun amat menakjubkan adalah berhenti menjadi sempurna dan memulai usaha menjadi diri sendiri”

—Anna Quindlen

 

Mengacu pada Verywell Mind, sikap perfeksionis yang tidak sehat menyebabkan seseorang kesulitan mencapai target. Standar yang terlalu tinggi dan penilaian yang berlebihan menyebabkan setiap pekerjaan yang dilakukan terus dirasa kurang dan kurang.

 

Ketahui tanda-tanda orang dengan sikap perfeksionis berikut. Jika kamu memiliki tanda-tanda tersebut, kelola sikap perfeksionis tersebut agar tidak menghambat aktivitas, terutama dalam urusan dunia kerja.

 

1. Terlalu kritis

Para perfeksionis terlalu kritis menilai diri sendiri dan orang lain. Orang yang perfeksionis memang lebih peka dan mudah menemukan kesalahan, namun mereka menjadi terlalu fokus pada hal tersebut.

 

Satu kesalahan berdampak begitu besar di mata seorang perfeksionis, menjadikan mereka terkadang abai terhadap keberhasilan yang lebih besar.

 

Sikap perfeksionis juga ditandai dari perilaku terlalu menekan diri sendiri ketika berbuat kesalahan.

 

2. Membuat standar yang terlalu tinggi dan kadang tidak realistis

Tanda perfeksionis berikutnya adalah keinginan membuat target atau standar yang amat tinggi, bahkan terkadang kurang realistis. Mereka hanya akan puas ketika suatu hal dilakukan tanpa kesalahan sedikit pun.

 

Meski sudah menghasilkan sesuatu semaksimal mungkin, jika belum mencapai standar sempurna yang diinginkan, para perfeksionis akan merasa belum puas.

 

3. Fokus kepada hasil

Saat melakukan suatu pekerjaan, proses adalah hal yang penting. Dalam mencapai target, diperlukan kemajuan langkah demi langkah.

 

Para perfeksionis fokus hanya pada hasil dan tidak bisa menikmati proses. Jika gagal mencapai target, orang yang perfeksionis akan terjebak pada kegagalan tersebut dan sulit menghargai proses yang telah dilalui.

 


Sumber Thumbnail: Getty Images