Budaya “Gila Kerja”, Apakah Kamu Salah Satunya?

Selain mengenal budaya hustle, dalam artikel ini juga akan menyebutkan 3 dampak negatif yang disebabkan oleh hustle culture itu sendiri. Semangat kerja boleh, gila kerja jangan karena sesuatu yang berlebihan pastinya akan memberikan dampak atau efek yang kurang baik pada diri kamu sendiri. Simak baik-baik mengenai hustle culture dalam artikel ini agar lebih aware!

Apa Itu Budaya “Gila Kerja”?

“Gila Kerja”, budaya hustle, atau hustle culture semuanya memiliki arti yang sama. Hustle memiliki arti semangat yang meluap, sedangkan culture adalah budaya. Jika kata ini digabungkan berarti hustle culture memiliki arti budaya yang mendorong seseorang untuk memiliki motivasi lebih dalam bekerja dimanapun dan kapanpun sampai lupa waktu.

Fenomena hustle culture, dari artinya sendiri terlihat seperti seseorang yang memiliki ambisi dan tekad yang kuat dalam meraih kesuksesannya, akan tetapi tanpa disadari akan mempengaruhi kesehatan fisik maupun kesehatan mental.

Berikut 3 Dampak Negatif Dari Budaya “Gila Kerja”:

1. Berdampak Pada Kesehatan Fisik dan Kesehatan Mental

Budaya “gila kerja” akan berdampak pada kesehatan dan lebih beresiko untuk terkena penyakit, sekarang maupun di hari tua nanti. Kelelahan yang dihindari dan diputarbalikkan menjadi toxic positivity juga akan berujung ke stres, burnout dan juga depresi. Kelelahan yang tidak diatasi akan menurunkan produktivitas dan kreativitas.

2. Work Life Balance Nol

Ketika kamu terlalu “Gila Kerja” kehidupan pribadi kamu jadi tidak terurus dengan baik dan tidak adanya keseimbangan antara kehidupan kerja dengan pribadi. Padahal jika kamu mencapai work-life balance yang baik artinya kamu menjadi lebih bahagia dengan pekerjaan yang dilakukannya, fokus dalam bekerja, berkurangnya stres, dan kejenuhan.

3. Turunnya Produktivitas

Pada saat menurunnya produktivitas juga akan mempengaruhi fokus dalam bekerja, ketika fokus berkurang akan berakibat fatal pada hasil pekerjaan yang sedang dikerjakan. Bisa menjadi salah satu alasan atasan menegur dan memberikan penilaian yang kurang terhadap performa pekerjaan.