Kenali Bahasa Kucing dari Bentuk Ekornya

 

 

Kucing adalah salah satu hewan yang cukup dekat dengan manusia. Kucing juga merupakan salah satu hewan peliharaan favorit karena bentuknya yang lucu dan relatif tidak berbahaya untuk dipelihara. Dalam menyampaikan suatu emosi tertentu biasanya kucing akan menunjukkan dengan suara, gestur tubuh, mimik wajah, serta mengubah bentuk ekornya.

 

Sebagian orang tidak memahami bahwa menggerakkan ekor adalah salah satu cara kucing untuk menunjukkan ekspresi tertentu. Berikut ini beberapa cara memahami bahasa kucing dari gerakan ekornya.

 

1. Bulu ekor kucing berdiri

 

Jika bulu kucing berdiri itu tandanya kucing sedang merasa takut atau marah.  Salah satu postur yang menandakan butuh jarak adalah siluet di mana tulang punggung kucing melengkung dan rambutnya tegak di sepanjang punggung dan bawah ekornya. Kucing melakukan ini untuk mencegah potensi ancaman karena mereka kurang percaya diri untuk menatap dan menyerang yang lain.

 

2. Ekor kucing melilit tubuhnya sendiri

 

Gerakan ekor kucing yang melilitkan ekor pada tubuhnya biasanya dilakukan saat ia sedang bersantai atau tidur. Seekor kucing juga dapat mengambil posisi ini jika merasa dingin, karena bulu di ekornya membantu menjaga jari-jarinya tetap hangat.

 

Akan tetapi jika bentuk ekor seperti ini dipadukan dengan pupil mata yang membesar dan telinganya yang berubah menjadi rata itu bisa jadi ia sedang merasakan kebuntuan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi ancaman yang mungkin terjadi.

 

3. Ekor kucing bergetar

 

Ekor kucing akan terlihat bergetar saat ia berusaha menandai wilayah kekuasaannya. Penandaan urin sering terjadi pada kucing yang belum disterilkan atau dikebiri. Kucing akan mundur ke permukaan vertikal, mengangkat ekornya tinggi-tinggi dan menyemprot permukaan dengan air kencing, dengan ekornya yang terus bergetar. 

Thumbnail: Suara.com