Tanda Anak Muda Mengalami Krisis Identitas

Krisis identitas adalah situasi dimana seseorang mempertanyakan tentang dirinya sendiri dan peran yang ia miliki dalam lingkungan.

Anak muda seringkali dihadapkan dengan situasi krisis identitas, dimana mereka mulai mencari jati diri dan identitas mereka sesungguhnya.

 

Menurut Verywell Mind, konsep tentang krisis identitas bermula dari pemikiran Erik Erikson yang meyakini bahwa proses pembentukan identitas adalah salah satu konflik penting dalam kehidupan seseorang.

 

Usia remaja, menurut Erikson, adalah momen penting untuk mengenali pentingnya identitas. Inilah mengapa anak muda bisa dipenuhi dilema ketika membicarakan tentang identitas.

 

Krisis identitas biasanya dimulai dengan pertanyaan tentang passion, tujuan hidup dan peran dalam masyarakat, atau sesimpel “sebenarnya siapa saya?” atau “who am I?”.

 

Krisis identitas bisa terjadi ketika ada pemicu yang mengawali. Situasi yang memicu diantaranya mendapatkan atau kehilangan pekerjaan, kehilangan orang yang disayangi, menikah, atau kejadian “besar” lainnya.

 

Tanda anak muda mengalami krisis identitas

 

1. Mempertanyakan tentang diri sendiri

Segala hal dalam diri terasa meragukan dan membingungkan. Anak muda yang mengalami krisis identitas akan mempertanyakan diri sendiri tentang hal-hal dalam kehidupan. Misalnya karir, relasi dengan orang lain, usia, atau alasan di balik eksistensinya.

 

2. Mengalami konflik batin

Anak muda dengan krisis identitas mengalami konflik dalam dirinya sendiri karena mempertanyakan jati diri atau peran apa yang harus ia ambil dalam kehidupan bermasyarakat.

 

3. Mempertanyakan berbagai hal yang diyakini

Tanda anak muda mengalami krisis identitas adalah keraguan pada values, kepercayaan, atau pilihan karir.

 

4. Berusaha menemukan makna, alasan, atau passion dalam kehidupan

 

Wajarkah jika anak muda bertanya-tanya tentang dirinya?

Mempertanyakan diri sendiri adalah hal yang normal, karena setiap orang akan terus bertumbuh dan berkembang, serta berubah seiring usia. Dari pertanyaan tersebut, anak muda akan belajar untuk menemukan jawaban yang terbaik bagi dirinya.

 

Jika pertanyaan tersebut justru membebani dan menyebabkan frustasi, anak muda mungkin perlu berkonsultasi dengan orang lain. Bercerita pada orang yang lebih dewasa atau profesional bisa jadi opsi.

 


Sumber Thumbnail: Vector Stock