Bahaya Telat atau Lupa Makan, Orang Sibuk Harus Paham

Orang sibuk acapkali telat atau bahkan lupa makan. Mereka menahan diri untuk makan dan memilih mengerjakan tugas hingga selesai. Tak jarang orang sibuk merasa bersalah jika mereka memilih untuk makan dan meninggalkan tugas sejenak.

 

Semua orang sudah tahu bahwa telat makan punya dampak yang buruk pada kesehatan. Meski sudah tahu, namun bukan berarti semua orang mengindahkan pentingnya makan teratur.

 

Saya bisa bertahan meski belum makan

Situasi ini bisa dijumpai dimana-mana. Orang sibuk bisa berdalih bahwa mereka merasa baik-baik saja meski belum makan sekalipun.

 

Menurut Department of Family and Geriatric Medicine University of Louisville, saat seseorang menunda makan, tentu ia akan merasa lebih lapar.

Dampaknya ia bisa overeat atau makan berlebihan. Hal ini bukan karena kurangnya kemauan, namun tubuh memang diprogram untuk survive.

 

Berdasarkan The Effects of Skipping a Meal on Daily Energy Intake and Diet Quality, orang dewasa mengonsumsi 193 kJ lebih banyak pada jam makan siang jika mereka tidak sarapan. Telat atau lupa makan menyebabkan seseorang makan lebih banyak pada jam makan berikutnya.

 

Lebih lanjut penelitian tersebut menjelaskan bahwa sengaja tidak makan dapat mengurangi asupan energi harian. Tidak hanya itu, terjadi penurunan kualitas makanan harian yang bisa berdampak buruk pada kesehatan jangka panjang.

 

Bahaya telat makan

University of Louisville menjabarkan bahwa lupa makan dapat menyebabkan penurunan metabolisme tubuh. Metabolism sendiri merupakan proses pengolahan zat dari makanan untuk diubah menjadi energi bagi tubuh.

 

Kedua, saat seseorang melakukan overeat akibat telat atau lupa makan, ia bisa mengalami kenaikan berat badan.

 

Selain itu, bahaya telat makan lainnya adalah kurangnya energi bagi tubuh. Akibat tidak ada asupan makanan yang masuk, tubuh tidak memiliki sumber energi yang memadai. Sudah jelas bukan, seseorang yang tidak makan akan merasa lemas.

 

Telat atau lupa makan juga menjadikan seseorang mudah lelah dan tidak bersemangat menjalani pekerjaan. Ini dikarenakan tubuh dipaksa untuk terus bekerja, namun bahan bakarnya kian menipis dan tidak diberi pasokan.

 


Sumber Thumbnail: Crystal Run Healthcare