Temukan 2 Gaya Komunikasi Ini Dalam Sebuah Interaksi

Semua orang memiliki gayanya sendiri dalam berkomunikasi, berbeda karakter pastinya berbeda juga gaya komunikasinya. Itulah alasan mengapa orang lain memiliki gaya komunikasi yang berbeda dengan kamu. Memiliki perbedaan dalam berkomunikasi adalah hal yang wajar, untuk itu agar tidak tersinggung, mari belajar mengenai 2 gaya komunikasi yang mungkin dapat membuat kamu mampu mengidentifikasi gaya komunikasi dirimu dan orang di sekitarmu!

Sebelum mengetahui 2 gaya dalam komunikasi, akan lebih baik jika mengetahui mengenai gaya komunikasi terlebih dahulu. Gaya komunikasi adalah cara orang-orang dalam berinteraksi, gaya komunikasi juga yang menentukan kamu dalam bertindak, berbicara dan juga bereaksi dalam berbagai situasi.

Sangat penting untuk mengetahui berbagai gaya dalam berkomunikasi dan mengapa mereka menggunakannya. Gaya dalam berkomunikasi sendiri memiliki karakter dan keunikannya masing-masing untuk itu, mari lihat 2 gaya komunikasi di bawah ini:

1. Komunikasi Passive

Gaya komunikasi yang passive atau pasif adalah gaya komunikasi sering bertindak seperti acuh tak acuh serta sering ditemukan mengalah pada orang lain. Orang yang memiliki gaya berkomunikasi pasif adalah orang yang sering gagal dalam mengekspresikan perasaan dan kebutuhannya.

Ciri-ciri dari gaya komunikasi pasif adalah sulit untuk mengatakan “tidak” pada orang lain (yes man), kurangnya kontak mata dengan lawan bicaranya karena biasanya mereka cenderung pemalu ataupun pendiam, dan sering keluar perkataan “maaf” padahal tidak melakukan kesalahan apapun.

2. Komunikasi Aggressive

Gaya komunikasi yang satu ini bisa dibilang kebalikan dari komunikasi sebelumnya, yaitu komunikasi pasif. Komunikasi agresif adalah gaya komunikasi yang cukup mendominasi lawan bicaranya. Ketika seseorang memiliki gaya komunikasi yang agresif kamu akan dengan cepat mengetahui dan merasakan kalau gaya komunikasinya adalah agresif.

Ciri-ciri dari gaya komunikasi agresif adalah bersuara dengan keras, gemar menginterupsi lawan bicaranya, menggunakan gerakan yang agresif saat berbicara dan kontak mata yang intens dengan lawan bicaranya.