Mengenal 4 Gaya Komunikasi Di Tempat Kerja, Mana Yang Paling Efektif?

Apakah kamu pernah memperhatikan rekan kerja kamu memiliki cara berkomunikasi yang berbeda-beda? Selain memperhatikan rekan kerja, apakah kamu sudah mengetahui gaya kamu berkomunikasi termasuk gaya yang mana? Gaya komunikasi yang seperti apa yang sebaiknya digunakan pada saat di tempat kerja? Yuk, baca sampai habis untuk mengetahui semua jawaban dari pertanyaan di atas!

Tahukah kamu dengan mengetahui gaya komunikasi seseorang, kamu juga dapat melihat karakteristik dari orang tersebut. Jika kamu sering berbicara dengan rekan kerja, pastinya kamu menjadi lebih mengenal dan sudah tahu bagaimana caranya untuk berkomunikasi. Komunikasi itu ternyata juga memiliki gayanya sendiri, mungkin ini alasannya kenapa kamu merasa tidak cocok dengan rekan kerja kamu karena kamu belum mengerti gaya komunikasi. Berikut 4 gaya komunikasi yang dapat kamu temui ditempat kerja:

1. Passive

Rekan kerja yang pasif biasanya lebih terlihat seperti acuh tidak acuh, pemalu, dan juga pendiam. Lebih sering cepat setuju pada pendapat orang lain karena sebisa mungkin ingin menghindari konflik, tetapi justru terkadang hal ini dapat menciptakan suatu misunderstanding karena kurangnya komunikasi yang mereka lakukan.

2. Aggressive

Gaya komunikasi yang kedua ini adalah agresif, biasanya gaya ini mendorong seseorang untuk lebih mendominasi percakapan, kurangnya empati membuat orang lain tidak diberikan kesempatan untuk mengungkapkan perasaan, pendapat, ataupun idenya karena sering memotong rekan kerjanya yang lain.

3. Passive Aggressive

Gaya komunikasi yang ketiga ini adalag gaya komunikasi gabungan dari 2 gaya komunikasi sebelum ini, kalau ada rekan kerja yang pasif agresif akan kamu identifikasi dengan melihat kurangnya komunikasi dengan terbuka kepada rekan kerjanya. Salah satunya juga dengan menggunakan silent treatment sebagai andalannya untuk mengungkapkan kekesalan, ketidaksetujuan dan lain sebagainya.

4. Assertive

Gaya komunikasi yang terakhir adalah gaya komunikasi yang paling efektif digunakan di tempat kerja, karena tidak hanya penyampaiannya yang sopan tetapi juga dengan percaya diri, jujur, dan tetap berempati pada orang lain. Karena sikap empatinya yang besar, mereka cenderung ingin mengetahui pendapat dan ide orang lain guna terciptanya kolaborasi.