Ketahui tentang Digital Wellbeing: Menjaga Kesehatan dalam Dunia Digital

Digital wellbeing bisa dipahami sebagai dampak penggunaan teknologi dan layanan digital terhadap kesehatan seseorang. Kesehatan yang dimaksud dalam digital wellbeing tidak hanya secara fisik, namun juga mental, sosial, dan emosional.

 

Mengapa perlu peduli pada digital wellbeing?

Teknologi telah menjadi bagian integral dari kehidupan manusia. Mulai dari urusan personal hingga profesional, manusia bergantung dan terbantu oleh teknologi.

 

Salah satu produk teknologi yang tidak terpisahkan tersebut adalah smartphone dan internet. Jika tidak digunakan dengan bijak, penggunaan smartphone bisa menjadi bumerang.

 

Menurut Jisc, ada empat aspek dalam digital wellbeing seseorang, yaitu:

 

1. Kesadaran dan kapasitas pribadi untuk mengubah tindakan digital

2. Dampak positif teknologi terhadap wellbeing seseorang

3. Dampak negatif teknologi terhadap wellbeing seseorang

4. Pengaruh teknologi untuk meningkatkan digital wellbeing

 

Bagaimana memastikan digital wellbeing?

Saat ini ada banyak aplikasi untuk membantu memastikan digital wellbeing. Aplikasi ini bertujuan untuk melakukan tracking terhadap kebiasaan digital dan membantu mengatur batasan penggunaan aplikasi tertentu.

 

Umumnya aplikasi digital wellbeing dilengkapi dengan fitur alarm tidur untuk memastikan seseorang tidak menggunakan ponsel sebelum tidur, mode fokus untuk mencegah distraction ponsel saat bekerja, dan sebagainya.

 

Secara berkala, aplikasi digital wellbeing juga menyajikan statistik penggunaan berbagai aplikasi. Misalnya aplikasi apa saja yang digunakan paling lama. Dari data tersebut, pengguna bisa mempertimbangkan apakah aplikasi tertentu perlu dikurangi penggunaannya.

 

Secara berkala, aplikasi digital wellbeing juga bisa membuat rangkuman peningkatan atau penurunan penggunaan smartphone.

 

Selain bantuan aplikasi, memastikan digital wellbeing juga dapat dilakukan dengan membuat batasan sendiri.

 

Misalnya seseorang membuat komitmen untuk tidak menggunakan ponsel saat belajar, makan bersama, atau jam kerja. Opsi lain misalnya seseorang membatasi penggunaan media sosial agar tidak terpengaruh hoax atau menghindari drama di media sosial.

 

Mengingat betapa signifikan penggunaan teknologi dalam kehidupan, mari pikirkan dampaknya terhadap kesehatan diri sendiri. Gunakan teknologi dengan bijak dan pastikan untuk menjaga digital wellbeing.

 


Sumber Thumbnail: Medium