Empat Kebiasaan Buruk yang Menghambat Karir

Semua orang ingin karir cemerlang dan terus menanjak. Namun karir bisa terhambat oleh kebiasaan buruk tertentu. Apa saja kebiasaan buruk yang bisa menghambat karir?

Sebelum melangkah lebih jauh, kita harus memahami mengapa kebiasaan buruk harus dihentikan.

Ketika seorang rekan kerja terutama atasan menyadari kebiasaan buruk seseorang, ada kemungkinan reputasinya akan menurun.

Jika kebiasaan tersebut fatal dan tidak bisa dimaafkan, seseorang tersebut bisa dijauhi atau mendapatkan nilai buruk dalam evaluasi. Secara otomatis, karir seseorang bisa terhambat akibat nilai yang rendah.

 

Kebiasaan buruk yang menghambat karir

 

1. Menunda pekerjaan a.k.a. prokras

Jangan menjadi sok sibuk dan menunda pekerjaan. Lakukan tugas di depan mata dan fokus, tidak perlu membayangkan tumpukan tugas berikutnya jika pekerjaan di hadapan belum rampung.

 

Kebiasaan buruk menunda pekerjaan membuat rekan kerja menjadi kesal. Bayangkan pekerjaan kelompok yang tertunda akibat satu orang belum menyelesaikan bagiannya.

 

2. Berbohong

Anak kecil pun paham kalau berbohong adalah kebiasaan yang buruk. Satu kebohongan akan ditutup dengan kebohongan baru, menjadikannya sebuah lingkaran tidak berujung.

 

Kebiasaan buruk ini menurunkan integritas dan menyebabkan seseorang kehilangan kepercayaan rekan kerja, alhasil karir menjadi terhambat.

 

3. Terlambat

Apapun alasannya, terlambat adalah kebiasaan buruk yang tidak bisa dibiarkan. Mungkin satu kali masih bisa ditoleransi, namun jika sudah menjadi kebiasaan, perusahaan mungkin tidak ambil pusing untuk memberi peringatan keras atau bahkan membatalkan rencana kenaikan jabatan.

 

Kebiasaan buruk terlambat menunjukkan sikap ceroboh, tidak berkomitmen, dan kurang profesional.

 

4. Berbicara tanpa berpikir

Bersikap terus terang memang baik, namun ada batasnya. Berbicara asal dan tanpa berpikir panjang adalah kebiasaan buruk yang harus dihentikan. Pasalnya tempat kerja adalah ruang yang profesional, sehingga setiap orang harus menunjukkan manner.

 

Selain persoalan berbicara, pada dasarnya setiap orang perlu menghindari kebiasaan buruk akibat tidak memerhatikan manner.

 


Sumber Thumbnail: Big Stock