Depresi: 2 Fakta Sains Yang Jarang Kamu Ketahui!

Sebagian dari kamu mungkin belum memahami apa yang dimaksud dengan depresi. Depresi adalah keadaan seseorang dimana mengalami stres, sedih, trauma, tertekan dan perasaan negatif lainnya dalam jangka waktu yang cukup lama.

 

Nah, terkait dengan depresi, ada 2 fakta sains mengenai depresi yang jarang diketahui orang lain. Apa aja? Yuk, langsung kita bahas!

 

1. Depresi tidak selalu berujung menyakiti diri atau mengakhiri hidup

Mungkin sebagian orang menganggap bahwa orang-orang yang depresi selalu berujung dengan melukai diri mereka sendiri ataupun mengakhiri hidup mereka. Faktanya adalah  tidak semua penderita depresi akan selalu berakhir dengan menyakiti diri mereka sendiri ataupun mengakhiri hidup.

 

Hal ini didukung dengan pernyataan dari departemen Kesehatan Amerika serikat yang mengatakan bahwa tidak semua penderita depresi akan melakukan aksi yang sama. Didukung dengan pernyataan yang dilansir dari Suicide Awareness Voices of Education (SAVE) yang mengatakan bahwa tidak semua orang yang mengalami depresi menunjukkan gejala dan dampak akhir yang sama meskipun tetap ada resiko bunuh diri.

 

Nah, untuk kecenderungan menyakiti diri sendiri atapun mengakhiri hidup,  itu tergantung dengan tingkat keparahan depresi yang dialami seseorang. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan dari orang yang ahli atau profesional seperti psikolog dan psikiater untuk dapat membantunya kesembuhan dari penderita depresi.

 

2. Depresi sering tidak terdeteksi    

Salah satu fakta yang cukup menarik tentang depresi adalah depresi sering tidak terdeteksi. Bahkan, orang yang mengalami depresi saja, mereka tidak mengetahui bahwa dirinya sedang mengalami depresi. Hal ini bisa saja dikarenakan depresi masih menjadi salah satu hal yang dianggap sepele di kalangan masyarakat.

 

Dilansir dari jurnal yang berjudul Undiagnosed depression: A Community Diagnosis yang diterbitkan oleh SSM Population Health pada tahun 2017 yang mengungkapkan bahwa depresi itu seringkali tidak terdeteksi.

 

Oleh karena itu, untuk mengetahui seseorang depresi atau tidak, diperlukan pemeriksaan medis terlebih dahulu. Untuk penanganan setiap depresi juga berbeda-beda tergantung dengan tingkat keparahan depresi yang dialami oleh seseorang.

 

Setiap penderita depresi dapat sembuh dari depresinya dengan bantuan orang yang profesional, seperti psikolog dan psikiater. Kadang juga memungkinkan  untuk membutuhkan terapi psikologis.