Penyebab Seseorang Menjadi People Pleasure

Beberapa orang seringkali mengalami kesulitan untuk menolak permintaan orang lain. Perasaan tidak enak biasanya akan muncul ketika ingin menolak permintaan orang lain yang tidak sesuai dengan keinginan kita. 

 

Keinginan untuk menyenangkan orang lain sampai mengesampingkan perasaan sendiri ini adalah gejala yang sering dialami oleh people pleasure. Sikap seperti ini terkadang mempersulit diri sendiri dan orang lain. Pasalnya sikap seperti ini akan membuat orang lain sulit untuk mengetahui keinginan seorang people pleasure.

 

Perilaku people pleasing dapat menyebabkan rasa frustasi. Hal ini karena people pleasure akan terpaksa hidup dengan standar orang lain yang belum tentu cocok dengan dirinya.

 

People pleasure dapat disebabkan oleh banyak faktor diantaranya adalah pendidikan orang tua, rasa kepercayaan diri yang rendah, serta trauma di masa lalu.

 

Berikut ini adalah beberapa ciri seorang people pleasure.

 

1. Sering merasa bersalah

 

Seorang people pleasure biasanya sangat mudah merasa bersalah. Ia bahkan dapat memposisikan dirinya sebagai orang yang bersalah meskipun sebenarnya ia tidak bersalah. Ia lebih memilih untuk disalahkan orang lain daripada mengambil resiko untuk dimusuhi orang lain

 

2. Tidak mampu berkata “tidak”

 

Menolak permintaan orang lain adalah hal yang sulit dilakukan oleh people pleasure. Ia akan berusaha membuat orang lain merasa senang dengan menuruti semua permintaannya. 

 

3. Bergantung pada standar orang lain

 

People pleasure adalah orang yang tidak mampu merasa aman jika belum mendapatkan validasi dari orang lain. Ia selalu bergantung pada orang-orang terdekatnya, baik itu orang tua, saudara, ataupun teman.

 

4. Tidak bisa keluar dari hubungan yang toxic

 

Jika seseorang tidak mampu untuk keluar dari hubungan yang tidak sehat maka bisa jadi ia adalah seorang people pleasure. Dalam hubungan yang toxic ia akan bertahan dengan alasan tidak ingin membuat pasangannya sakit hati atau ia menyimpan harapan keadaan yang lebih baik di kemudian hari.

 

Tindakan yang berusaha menyenangkan orang lain tidak akan selalu membuat orang lain bahagia. Tindakan seperti ini juga tentu akan membuat kita menjadi tidak bahagia. Maka tidak alasan lagi untuk mempertahankan sikap seorang people pleasure.

 

Thumbnail: eduCBA