Start Up: Perbedaan Start Up Dengan Bisnis Konvensional

Menurut pengertiannya Startup adalah perusahaan rintisan yang sedang dalam tahap pengembangan. Baik pengembangan dalam produk, pelayanan, pangsa pasar, model bisnis, dll. Startup diibaratkan perusahaan yang masih remaja, masih banyak perubahan dan masih dalam tahap pendewasaan.

 

 

Secara umum tidak semua perusahaan yang baru dirintis dapat disebut start up. Karena start up lebih merujuk pada bidang pengembangan teknologi serta informasi yang berkembang.

 

Start up sendiri secara khusus hadir dirancang untuk memecakan masalah, artinya bahwa start up tumbuh dan hadir karena suatu masalah yang ada. Seperti contoh gojek hadir karena masalah transportasi konvensional yang kurang mendukung.

 

Sejalan dengan itu Berbeda dengan perusahaan biasa yang mengeluarkan produk sesuai permintaan pasar. Apa yang diproduksi oleh startup, baik berupa barang maupun layanan, lebih menyoroti masalah yang ada di pasar.

 

Hal ini membuat produk startup menjadi solusi bagi sebuah masalah yang dirasakan oleh banyak orang. Itu mengapa startup dikenal dengan problem solver dan memiliki ciri khas memecahkan masalah menggunakan teknologi.

 

Perbedaan yang sangat nampak antara start up dengan perusahaan konvensional terletak pada bagian-bagian tertentu, seperti:

1. Media pengembangan

2. Market/pasar

3. Berasal dari masalah

4. Berbasis teknologi

5. Mudah dan cepat

 

Thumbnail: freepik.com