Inilah Alasan TIdak Berani untuk Berkata Jujur

Banyak dari kita mungkin pernah melakukan hal ini, baik yang disengaja atau pun yang tidak sengaja. Terkadang alasan menjadi senjata terakhir dalam menghadapi sesuatu. Salah satunya ketika terlambat, selalu beralasan jalanan macet, terjebak hujan, bantu kucing melahirnkan atau menghadiri pernikahan nenek.

 

Indonesia salah satu negara yang penduduknya banyak alasan, dibuktikan dengan banyaknya orang baik di tingkat pendidikan bahkan sampai ditingkat pekerja kantor yang masih beralasan apabila telat.

 

Alasan sebetulnya bukan sesuatu yang baru, ia adalah sesuatu yang bisa dianggap sudah ada sejak dulu. Tetapi seiring berjalannya waktu alasan menjadi sesuatu hal yang lumrah dan mudah didengar disemua tempat

 

Seharusnya alasan tidak perlu dikembangkan dan tidak perlu menjadi kebiasaan, kita perlu berani berkata salah apabila kita memang salah, dan juga sebaliknya. Alasan akan membuat diri kita menjadi terbebani dengan sesuatu hal yang tidak kita lakukan.

 

Boleh-boleh saja kita beralasan, tetapi jangan jadikan hal tersebut sebagai senjata dalam membela diri. Tetapi jauh lebih baik apabila kita mengungkapkan sesuatu hal yang menjadi kebenaran. Kita tidak bisa memaksakan diri untuk terus menerus beralasan sebab secara tidak sadar akan menimbulkan rasa bersalah

 

Harusnya beralasan bukan berarti menyembunyikan suatu kebenaran, melainkan menginfokan suatu yang dirasakan. Sebab, faktanya tidak semua orang percaya dengan alasan kita apabila kita tidak memberikan bukti nyata

 

Jadi, apabila alasan dijadikan sebagai pelindung diri sebaiknya harap dihentikan. Lebih baik berkata jujur dan menerima konsekuensinya sehingga kita dapat belajar dari kesalahan.

 

Thumbnail: freepik.com