Percaya Diri vs Narsistik: Ini Yang Membedakan!

Rasa percaya diri yang dimiliki oleh seseorang tentu akan sangat membantunya untuk menggapai cita-cita dan impian yang ia miliki. Namun jika rasa percaya dirinya terlalu berlebihan maka akan mendorongnya untuk memiliki sifat narsistik ini dalam dirinya. Nah, jika kamu merasa bingung untuk membedakan antara percaya diri dan narsistik maka kamu dapat membaca artikel berikut ini!

 

1. Perbedaan kadar terhadap fokus diri sendiri

Orang yang percaya diri dan orang yang narsistik biasanya akan fokus terhadap dirinya sendiri namun memiliki kadar yang berbeda. Orang yang percaya diri biasanya akan fokus terhadap diri sendiri ketika dibutuhkan. Misal ketika mereka ingin terlihat percaya diri maka mereka akan mengubah sikap mereka.

 

Namun orang yang narsistik akan fokus terhadap diri sendiri dan menghilangkan empatinya terhadap orang lain. Yang mereka inginkan adalah agar mereka terlihat lebih sempurna daripada orang lain.

 

2. Membutuhkan pengakuan dari orang lain

Memang kadang pengakuan dari orang lain dibutuhkan. Namun bagi orang yang percaya diri tidak pernah menjadikan pengakuan orang lain sebagai tujuan. Ketika mereka mencapai suatu keberhasilan ataupun prestasi mereka hanya menjadikan hal tersebut sebagai pencapaian diri sendiri.

 

Berbeda dengan orang narsistik mereka menjadikan pengakuan dari orang lain sebagai tujuan. Semua pencapaian dan prestasi yang mereka dapatkan ditujukan untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain. Bahkan mereka akan pamer tentang keberhasilan mereka.