Alasan Mengapa Kita Mudah Menyesal

Menyesal adalah salah satu situasi yang paling ingin dihindari. Ketika merasa menyesal, ada kesalahan atau kegagalan yang terjadi sehingga realita tidak sesuai harapan. Perasaan menyesal dapat muncul karena kita merasa mampu atau benar, namun faktanya tidak demikian.

 

Alasan mengapa kita mudah menyesal

 

  • Gegabah dalam membuat keputusan

Saat seseorang membuat perhitungan yang kurang tepat atau ceroboh saat membuat sebuah keputusan, hasil akhir yang didapatkan bisa berbanding terbalik dengan ekspektasi. Alhasil rasa menyesal pun menyertai.

 

Keputusan yang gegabah ditandai oleh informasi yang tidak cukup sebagai dasar pengambilan keputusan dan kecenderungan untuk berasumsi. Selain itu keputusan juga diambil pada timing atau keadaan yang kurang tepat. Artinya, meski keputusan tersebut secara teori benar namun jika dipraktikkan tidak pada waktunya, maka hasilnya tidak sesuai harapan.

 

Pertimbangan yang matang dapat mencegah rasa menyesal berlebihan, karena kita tahu dan sadar setidaknya telah dilakukan usaha untuk mencegah hal yang buruk.

 

Cemas secara berlebihan

Perasaan cemas yang berlebihan dapat menyebabkan kita mudah menyesal. Kita cemas dan berandai-andai tentang keputusan lain yang seharusnya diambil kala itu.

 

Jika kalimat seperti “Ah kalau saja saya tidak memutuskan untuk melakukan ini” dibiarkan memenuhi kepala, pada akhirnya kita bisa menyalahkan diri sendiri atas kesalahan dalam memilih.

 

Mari sadari bahwa pilihan yang telah diambil tidak lagi dapat diubah, karena itulah penyesalan hadir untuk menyadarkan tentang hal tersebut. Jika kita begitu cemas dan terus membandingkan antara realita dan situasi di masa lalu saat kita seharusnya membuat pilihan yang lebih baik, kita akan semakin tertekan dan rasa menyesal kian membesar.

 

Membuat kesalahan adalah hal yang wajar dan merasa menyesal karenanya juga dapat dimaklumi. Namun jangan sampai penyesalan tersebut menjadikan kita semakin terpuruk.

 

Rasa menyesal yang berlarut-larut dapat bersifat negatif karena menghambat kita untuk memperbaiki keadaan. Perasaan menyesal tersebut sebaiknya dikelola dan menjadi pemicu semangat. Intinya, jangan biarkan penyesalan menguasai diri sendiri.

 


Sumber Thumbnail: Vector Stock