5 Skill Penting yang Tidak Diajarkan di Sekolah, Apa Saja?

Selama bersekolah, ada skill tertentu yang penting namun tidak diajarkan namun dikembangkan secara mandiri.

 

Situasi ini menyadarkan kita bahwa belajar tidak hanya dilakukan dari satu tempat atau dari satu sumber. Ada banyak sarana, tempat, dan media yang dapat digunakan untuk belajar skill tertentu, tidak terbatas pada sekolah saja.

 

Scroll dan temukan apa saja skill penting yang tidak diajarkan di sekolah.

 

1. Skill menghadapi kegagalan

Kurikulum di sekolah tidak mencantumkan mata pelajaran tentang belajar dari kegagalan. Namun selama proses belajar di sekolah, skill ini dapat dipelajari.

Misalnya ketika mendapat nilai buruk saat ujian atau tidak diterima di perguruan tinggi yang diinginkan. Situasi yang kurang menyenangkan tersebut akan memicu kita untuk berpikir apa yang harus dilakukan saat menghadapi kegagalan.

Skill menghadapi kegagalan penting untuk dikembangkan agar kita tidak meratapi kegagalan dan mampu bangkit kembali.

 

2. Keterampilan mengelola keuangan

Mengelola keuangan adalah skill penting dalam kehidupan. Saat beranjak dewasa dan hidup dari penghasilan sendiri, orangtua tidak akan campur tangan dan membantu mengelola.

 

3. Kemampuan melakukan manajemen waktu

Skill manajemen waktu penting untuk dilatih sedini mungkin. Kemampuan manajemen waktu didapatkan by practice atau praktik secara langsung. Meskipun tidak tertulis secara tekstual dalam buku pelajaran, rutinitas yang dijalani saat sekolah dapat mengasah skill ini.

 

4. Mencari pekerjaan

Sekolah memberikan bekal teori dan mencari pekerjaan adalah tanggung jawab masing-masing, sehingga skill untuk gigih dan cermat dalam mencari pekerjaan didapatkan dari praktik langsung. Ketika lulus, kita akan dihadapkan pada dunia luar secara langsung dan harus berani mencoba.

 

5. Skill membangun relasi

Membangun relasi adalah skill yang penting dimiliki karena dapat mendukung karir. Relasi adalah aset berharga dalam dunia kerja. Skill ini tidak diajarkan secara langsung namun dapat dikembangkan ketika bergabung dalam organisasi atau kegiatan selama bersekolah.

 


Sumber Thumbnail: Storyblocks