Cara Anak Muda Memaknai Hari Kartini di Era Digital

Peringatan Hari Kartini setiap tanggal 21 April menyisakan beragam kesan dan pesan. Mulai dari semangat untuk menolak tindakan diskriminasi, seruan bagi perempuan untuk bangga menjadi dirinya sendiri, anak muda dan peran mereka sebagai penerus perjuangan dan berbagai pesan lainnya.

 

Di tengah era digital, memaknai peringatan hari-hari tentang pahlawan mengalami perubahan. Jika dulu Hari Kartini identik dengan lomba busana daerah, lomba masak atau berdandan, maka hari ini ada perayaan lain yang lebih beragam untuk Hari Kartini.

 

Bagaimana caranya?

Memaknai dan mengisi perayaan Hari Kartini bisa dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, misalnya menyebarkan pesan-pesan yang relevan. Anak muda dapat menggunakan media sosial sebagai sarana meningkatkan kesadaran publik di dunia internet, tentang suatu isu.

 

Dengan menggunakan media sosial, jangkauan akan semakin meluas. Misalnya seseorang ingin meningkatkan kesadaran tentang isu diskriminasi perempuan dalam dunia kerja. Sekali diunggah di media sosial, informasi tersebut bisa tersebar luas dan para netizen bisa menyebarkan kepada orang lain.

 

Kita memang tidak berkonfrontasi dengan aturan di era penjajahan seperti yang dialami oleh Kartini. Namun semangat yang serupa masih dapat dibawa hingga masa ke masa. Ruang digital memberi kesempatan kepada kita sebagai anak muda untuk memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menyebarkan pesan-pesan dengan mudah.

 

Setiap orang berhak memiliki cara sendiri-sendiri dalam memaknai Hari Kartini. Beragam cara ini disatukan oleh pemikiran bahwa setiap orang berhak mendapatkan perlakuan yang adil—sebagai salah satu semangat yang dibawa selama peringatan Hari Kartini.

 

Selamat Hari Kartini! Habis gelap terbitlah terang, semoga hari esok lebih cerah daripada hari ini. Tetap semangat dan semoga sukses, Kartini Muda!

 


Sumber Thumbnail: Vector Stock