Ini 2 Falsafah Hidup Masyarakat Lampung Yang Masih Utuh!

Setiap daerah memiliki falsafah hidupnya masing-masing. Begitu pula masyarakat Lampung yang memiliki falsafah hidup. Falsafah hidup ini termaktub dalam kita Kuntara Raja Niti yang masih dibaca hingga sekarang.

 

 Bahkan, falsafah hidup ini dilambangkan dengan  "lima kembang penghias siger" pada lambang Provinsi Lampung. Nah, kali ini saya akan membahas 2 filosofi hidup tersebut. Apa aja? Yuk, kita bahas!

 

1. Nengah Nyappur

Untuk Nengah sendiri memiliki arti berada ditengah. Sedangkan untuk Nyappur sendiri memiliki arti berbaur. Sehingga Nengah Nyappur memiliki arti sikap suka bergaul, suka bersahabat dan toleran antar sesama. Jadi Nengah Nyappur ini mengajarkan manusia untuk berbaur dengan sesama.

 

Falsafah ini mengajarkan manusia untuk pandai bergaul dengan sesama sehingga jika seseorang pandai bergaul dengan sesama maka ia pasti memiliki toleransi yang tinggi. Selain itu falsafah ini juga mengajarkan agar dalam menyelesaikan suatu permasalahan harus melalui musyawarah di antara masyarakat lainnya.

 

Dengan adanya sikap toleransi dalam diri seseorang maka akan menumbuhkan rasa ingin tahu, mau mendengarkan pendapat orang lain, serta semangat dan tanggap terhadap perkembangan sosial di masyarakat.

 

2. Bejuluk Beadek

Juluk sendiri memiliki arti sebagai nama baru ketika ia dapat menancapkan cita-cita yang ia miliki. Adek memiliki nama baru yang diperoleh seseorang ketika cita-cita mereka telah tercapai. Juluk beadek adalah sesuatu yang otomatis diterima oleh seseorang karena ia telah mencapai hasil kerja yang maksimal.