Fixed Mindset: Pemikiran yang Kontras dari Growth Mindset

Fixed mindset dan growth mindset adalah konsep yang ditemukan oleh Carol Dweck. Secara garis besar fixed mindset meyakini bahwa kecerdasan dan kemampuan adalah sesuatu yang tetap atau bawaan. Di sisi lain, growth mindset menilai kedua hal tersebut dapat dipelajari maupun dikembangkan.

 

Kalimat seperti “untuk apa saya mencoba jika hasilnya sudah jelas yakni gagal?” adalah salah satu representasi fixed mindset dalam diri seseorang. Kegagalan nampak lebih dominan dan seseorang merasa tidak berdaya atau percaya diri untuk mengubahnya.

 

Kemampuan adalah bakat bawaan

Bagi mereka yang memiliki fixed mindset, kemampuan adalah sesuatu yang ada sejak awal dalam diri seseorang. Kelebihan adalah hal yang natural dan bukan sesuatu yang dapat dikembangkan.

Ini artinya ada pemikiran bahwa segala sesuatu memiliki batas atau fixed, kontras dengan growth mindset yang menjadikan seseorang berdinamika.

 

Mengubah fixed mindset

Memiliki pemikiran yang terbuka secara terus menerus adalah hal yang tidak memungkinkan. Pada kondisi tertentu seseorang akan menerapkan fixed mindset. Sebelum mindset yang kaku ini mencegah untuk maju dan berkembang, lakukan beberapa tips berikut.

 

1. Hindari negative self-talk

Dijelaskan Lifehack, hindari pemikiran buruk tentang diri sendiri. Berhenti mengatakan hal seperti “saya tidak ditakdirkan untuk melakukan hal ini” atau “saya terlalu begini untuk begitu” dan sebagainya.

Sesuatu belum berakhir jika belum diperjuangkan. Kelola mindset dan tanamkan motivasi untuk belajar dan berusaha menjadi lebih baik.

 

2. Minta saran atau feedback dari orang lain

Fixed mindset yang berkutat di dalam kepala menjadikan opsi lain tidak nampak. Mintalah bantuan orang lain untuk memberikan saran atau feedback, dengan demikian kepala akan menerima wawasan dan sudut pandang dari sisi yang berbeda.

 

3. Stop membanding-bandingkan

Setiap orang unik dan spesial dengan cara masing-masing. Standar orang lain belum tentu sesuai dengan keadaan diri sendiri.

Terlalu sering membandingkan diri akan memicu fixed mindset semakin tertanam. Hal ini dikarenakan pencapain orang lain terasa mudah karena mereka memiliki privilege, misalnya. Alhasil muncul pemikiran bahwa pencapaian hanya diperuntukkan bagi mereka yang dianugerahi privilege.

 


Sumber Thumbnail: Vector Stock