Cara Mengatasi Trust Issue pada Teman

Trust issue bisa terjadi bahkan kepada teman terdekat sekalipun. Pada sisi lain, ada keinginan untuk tidak berburuk sangka dan merasa khawatir akan merusak sebuah pertemanan karena terlalu berasumsi.

 

Solusinya adalah mengetahui cara mengatasi trust issue kepada teman tersebut. Jangan biarkan rasa ragu atau ketidakpercayaan menjadi ganjalan, karena trust atau kepercayaan adalah kunci dalam pertemanan.

 

Mengatasi trust issue kepada teman

1. Kenali trust issue apa yang dimiliki

Menurut Social Self, langkah pertama dalam mengatasi trust issue adalah mengenali situasi. Hal yang perlu diketahui adalah penyebab, kapan, dan bagaimana sebuah trust issue dapat muncul.

Setelah mengidentifikasi hal tersebut, langkah selanjutnya adalah melakukan hal yang berbeda ketika situasi yang sama muncul.

Misalnya ketika trust issue disebabkan oleh kecurigaan pada tindakan teman, maka di kesempatan lain ketika teman bertingkah mencurigakan ia bisa merespon dengan speak up pada teman daripada berasumsi sendiri.

 

2. Stop menduga-duga

Trust issue kepada teman sangat mungkin untuk disebabkan oleh kecurigaan diri sendiri. Berhenti menduga dengan informasi terbatas.

Saat seorang teman tidak segera membalas pesan, bisa jadi mereka tengah tidur siang, beribadah, atau tengah mengikuti kelas online. Intinya belum tentu mereka sengaja mengabaikan atau bermaksud buruk.

 

3. Bersikap terbuka

Trust issue dapat ditekan jika seseorang tahu yang sebenarnya, karena itu cobalah untuk bersikap terbuka. Jika ada issue dengan teman yang dirasa meragukan, tanyakan kepada mereka dengan baik-baik.

Berdiskusi di awal dengan kepala dingin akan jauh lebih baik daripada membiarkan trust issue berkembang dan memicu masalah membesar.

 

Saling menaruh trust dengan teman akan menjadikan sebuah pertemanan menjadi dekat dan tulus. Tanpa trust, pertemanan akan diliputi kecurigaan dan bisa berakhir saat terjadi krisis.

Inilah mengapa trust issue perlu diatasi, untuk mengetahui apakah sebuah relasi benar-benar tulus atau perlu diakhiri.

 


Sumber Thumbnail: Domenico Massareto via Twitter