Skill yang Dibutuhkan dalam Digital Entrepreneurship

Skill perlu disesuaikan dengan tren pekerjaan yang ada. Belakangan ini karir digital entrepreneurship mengalami peningkatan berkat masifnya penggunaan internet.

 

Digital entrepreneurship adalah bisnis yang dijalankan melalui dunia internet. Contoh dari digital entrepreneurship misalnya toko online dalam platform e-commerce, konten yang disajikan vlogger di YouTube, atau bisnis kursus online.

 

Baca Juga: Digital Entrepreneurship, Melakukan Bisnis Lewat Dunia Internet

 

Saat ini digital entrepreneurship semakin melejit dan menciptakan lapangan pekerjaan baru. Manfaatkan kesempatan ini dan bekali diri sendiri dengan skill yang dibutuhkan dalam digital entrepreneurship.

 

1. Digital marketing

Skill ini mencakup beberapa turunan yakni Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing (SEM), serta Social Media Marketing (SMM). Ketiga skill ini dibutuhkan untuk menyusun dan melaksanakan strategi pemasaran secara online.

SEO dan SEM berfungsi untuk mengoptimalkan pencarian terkait brand pada mesin pencarian. Sementara SMM ditujukan untuk meningkatkan brand awareness melalui media sosial.

Digital entrepreneurship menjalankan aktivitasnya secara online, sehingga sebuah brand harus mampu meningkatkan eksistensinya secara online dengan penguasaan tiga skill tersebut.

 

2. Content creation

Skill yang juga dibutuhkan ketika menjalani profesi dalam digital entrepreneurship adalah content creation atau membuat konten. Konten bisa berupa desain grafis, foto, video, maupun script copy.

Content creation membutuhkan kreativitas, perhatian pada tren di dunia internet utamanya media sosial, juga melihat selera calon konsumen.

Tanpa skill content creation, pemasaran tidak akan berjalan dengan baik dalam dunia digital entrepreneurship.

 

3. Skill analisis

Kemampuan untuk analisis diperlukan untuk melihat tren di media sosial serta ketertarikan audiens.

Data yang telah dianalisis dapat digunakan sebagai pertimbangan bagi produk maupun konten promosi agar sesuai dengan audiens sebagai calon konsumen.

 

Lakukan update pada skill secara berkelanjutan dan sesuaikan dengan tren yang ada. Jangan sampai tertinggal perkembangan zaman dan tidak dapat menikmati peluang dari digital entrepreneurship.

 


Sumber Thumbnail: Freepik