Berani Mengambil Resiko vs Berdiam Diri: Mana Yang Lebih Baik?

Si pengambil resiko biasanya memiliki peluang yang lebih besar daripada orang lain. Ketika orang lain lebih memilih untuk menunggu waktu yang terbaik bagi mereka untuk bertindak, tetapi si pengambil resiko rela untuk mengambil resiko sehingga mereka memiliki peluang yang lebih besar untuk berhasil.

 

Hal ini dikarenakan mereka tidak membatasi diri mereka untuk melakukan sesuatu dan rela untuk mengeluarkan segala energi yang mereka miliki ketika orang lain ragu-ragu untuk melakukannya. Nah, berikut ada dua alasan mengapa mengambil resiko itu lebih baik daripada kamu hanya berdiam diri saja. Apa aja? Yuk, kita bahas!

 

1. Mengambil resiko tidak akan membuatmu gagal secara terus-menerus

Ketakutan bukanlah menjadi penghambat bagi orang-orang yang berani untuk mengambil resiko. Orang-orang yang berani mengambil resiko tidak akan merasakan ketakutan tersebut.

 

Semakin kamu berani untuk mengambil banyak resiko, maka kamu tidak akan melihat adanya hambatan untuk memberhentikan usaha kamu tersebut. Dengan adanya keberanian mengambil resiko maka akan membuat kamu semangat untuk terus berusaha untuk mendapatkan keinginan kamu tersebut.

 

2. Membuat kamu menetapkan standar yang lebih tinggi

Hal yang mendorong kamu berani mengambil resiko adalah karena kamu percaya dan bangga terhadap mimpi kamu tersebut.

 

Ketika kamu memperoleh sebuah imbalan atau pencapaian dari usaha kamu yang sebelumnya maka kamu akan menetapkan keinginan atau impian yang lebih besar lagi. Bahkan karena kamu sudah melalui banyak hal, maka akan membuat kamu memiliki standar yang lebih tinggi lagi. Bahkan akan muncul keinginan untuk berada di atas rata-rata.