3 Ciri Orang yang Perfeksionis

Perfeksionis merupakan karakter kepribadian yang menginginkan kesempurnaan. Segalanya seakan harus perfect tanpa cela.

 

Sikap perfeksionis bisa menjadi positif atau negatif tergantung dari penerapannya. Menurut Verywell Mind, kepribadian perfeksionis yang sehat dapat membantu seseorang memaksimalkan kinerja. Pada sisi kontras, saat perfeksionis tersebut cenderung toxic maka dampaknya adalah rasa tertekan juga self-esteem yang rendah.

 

Lebih lanjut Verywell Mind juga menyebutkan bahwa sikap perfeksionis yang toxic menjadikan seseorang menetapkan target yang terlalu tinggi atau tidak rasional. Artinya target tersebut tidak selaras dengan kemampuan yang dimiliki.

 

Akibatnya? Tentu saja ketika target tidak tercapai ada perasaan kecewa yang berlebihan.

 

Pahami ciri orang yang bersikap perfeksionis dan jika kamu adalah salah satunya, kelola karakter tersebut dengan bijak.

 

1. Menetapkan standar yang terlalu tinggi

Membuat standar memang perlu untuk memotivasi. Namun para perfeksionis cenderung menetapkan standar yang terlalu tinggi dan terkadang tidak sejalan dengan kemampuan serta sumber daya yang dimiliki.

Terlebih, sikap perfeksionis juga menjadikan seseorang puas hanya jika ia tidak membuat kesalahan sama sekali. Ciri ini berkaitan dengan ciri berikutnya, yakni…

 

2. Terlalu fokus pada hasil

Hasil akhir adalah sesuatu yang dilihat para perfeksionis. Proses yang dijalani kurang dinikmati dan pandangan hanya difokuskan pada hasil akhir.

Padahal proses adalah hal penting dalam mencapai tujuan. Sebuah proses akan mengajarkan bahwa suatu tujuan membutuhkan step by step untuk bisa terwujud.

Jika pada akhirnya gagal, orang yang perfeksionis mudah terpuruk. Sebaliknya ketika sebuah proses dinikmati, setidaknya seseorang bisa merasa lebih baik karena belajar satu atau dua hal.

 

3. Sangat kritis

Ciri orang perfeksionis berikutnya adalah sikap kritis yang besar. Mereka sensitif dengan kesalahan atau situasi yang tidak sejalan dengan rencana, sehingga dapat menunjukkan bagian mana yang salah dari suatu hal.

Namun sikap ini menjadikan para perfeksionis begitu terganggu oleh satu kesalahan kecil.

Tentu, tidak membiarkan suatu kesalahan adalah hal yang positif, namun menjadi terlalu kritis menyebabkan seseorang hanya melihat sisi negatif dari berbagai hal.

 


Sumber Thumbnail: Stylist