Esensi Reuni Sekolah, Nostalgia atau Show-off?

Reuni sekolah adalah kesempatan untuk bertemu rekan lama, melepas rindu, saling mengetahui kabar, dan tak jarang menjadi ajang show-off pencapaian masing-masing.

 

Berbicara tentang esensi reuni sekolah, quotes dari C.S. Lewis ini mungkin bisa mewakili:

“Bukankah lucu bagaimana hari demi hari tidak ada yang berubah, namun ketika kamu melihat ke belakang segalanya berbeda?”

Reuni identik dengan momen untuk nostalgia, seakan melakukan kilas balik ke masa lalu dengan bertemu orang yang dijumpai pada masa tersebut.

 

Namun rasa senang bertemu teman-teman bisa tenggelam oleh rasa kecewa, sedih, atau rendah diri akibat pernyataan judgmental atau mendengar seberapa jauh pencapaian rekan lainnya.

 

Tidak semua orang menyukai reuni

Meski bisa menjadi sarana nostalgia dan menjalin persaudaraan atau silaturahim dengan rekan sekolah dahulu, tidak semua orang menyukai reuni.

Sikap teman yang show-off, membandingkan diri dengan kesuksesan orang lain, dan mendengarkan pernyataan judgmental menjadi alasan mengapa sebagian orang tidak ingin hadir saat reuni sekolah.

 

Dos and don’ts saat mengikuti reuni

Agar tidak menjadi mood breaker atau orang yang dihindari untuk ditemui saat reuni sekolah, seseorang perlu berhati-hati ketika membuat candaan atau memberi komentar kepada orang lain.

 

Dos

Awali percakapan dengan rekan yang lama tidak berjumpa dengan hal yang bersifat umum, misalnya bertanya kabar, bukan langsung menjurus pada hal yang sensitif seperti status pernikahan, pencapaian anak, dan sebagainya.

Selain itu, ajaklah sahabat karib semasa sekolah untuk turut mengikuti reuni. Keuntungannya adalah kita tidak akan merasa terlalu canggung dan setidaknya memiliki rekan untuk berbicara sebelum melakukan approach pada rekan lainnya.

 

Don’ts

Hindari untuk mendominasi pembicaraan selama reuni. Usahakan percakapan bersifat dua arah dengan berkenan mendengarkan kisah dari orang lain. Tunjukkan perhatian pada rekan, siapa tahu relasi yang baru dan lebih solid bisa dibangun.

 


Sumber Thumbnail: Vector Stock