Mahasiswa, Inilah Cara Menghindari Plagiarisme

Plagiarisme adalah tindakan yang wajib dihindari ketika mengerjakan tugas. Selain menunjukkan kurangnya integritas, plagiat adalah perilaku yang tidak etis karena mencuri ide orang lain.

 

Terlebih, dengan menjadi plagiat seseorang menggunakan ide orang lain demi kepentingan sendiri.

 

Mahasiswa perlu menjaga reputasi dan profesionalisme dengan mengerjakan tugas secara orisinal. Selain itu, anti terhadap plagiat juga merepresentasikan apresiasi seseorang terhadap kemampuan diri sendiri dalam mengerjakan tugas.

 

Di sisi lain, dosen atau kampus juga tidak segan memberikan sanksi bagi mahasiswa yang terbukti plagiat. Institusi pendidikan harus membangun kultur yang positif, sehingga plagiat adalah a big no.

 

Terutama mahasiswa, inilah beberapa cara menghindari plagiatisme:

 

1. Gunakan beberapa sumber atau referensi

 

Menggunakan satu sumber saat mengerjakan tugas menjadikan wawasan terbatas hanya pada satu sudut pandang. Akibatnya, potensi plagiat menjadi lebih besar karena seseorang tidak menemukan ide baru.

 

Gunakan beberapa sumber untuk mengumpulkan beragam wawasan, data, maupun perspektif untuk bisa menyusun sendiri argumentasi setelah menimbang-nimbang informasi dari berbagai referensi.

 

2. Bukan hanya copy-paste

 

Tindakan plagiat pada dasarnya adalah menggunakan ide orang lain untuk diakui sebagai milik sendiri tanpa sepengetahuan orang tersebut dan tidak mencantumkan nama atau pengakuan terhadap pemilik ide asli.

 

Dibanding melakukan copy-paste saat mengerjakan tugas, deskripsikan ide orang lain menggunakan bahasa sendiri. Selain mencegah plagiat, cara ini dapat menjadikan seseorang lebih paham dengan maksud dari penulis aslinya.

 

3. Menerapkan teknik membuat kutipan

 

Ada cara yang lebih etis untuk menyadur tulisan atau ide orang lain, yakni menggunakan teknik membuat kutipan. Tuliskan argumentasi orang lain tersebut dalam tanda kutip dan dilengkapi dengan sitasi.

 

Thumbnail: freepik