Sering Overthinking? Begini Tips Mengatasi Terlalu Banyak Berpikir

Terlalu banyak berpikir atau overthinking menyebabkan seseorang merasa semakin tertekan dan bukan justru menyelesaikan masalah.

 

Mengutip Psychology Today, ada dua kategori dari overthinking, yakni ruminating atau merenungkan tentang masa lalu dan worrying atau sering membuat prediksi yang buruk tentang hal di masa depan.

 

Demi meringankan kepala akibat terlalu banyak berpikir, ada beberapa tips yang bisa dilakukan, diantaranya adalah:

1. Melakukan identifikasi situasi

Kenali keadaan yang dirasakan dengan memberi waktu pada diri sendiri untuk menyadarinya. Seseorang perlu memiliki self-awareness untuk mampu melakukan identifikasi, apakah benar situasi yang dialami adalah overthinking.

 

2. Tuliskan apa saja yang ada dalam pikiran

Saat terlalu banyak berpikir, kepala terasa penuh dan rasanya tidak ada celah untuk menemukan solusi. Oleh karena itu, coba ekspresikan hal yang berkecamuk di dalam pikiran. Salah satu caranya adalah dengan menuliskannya.

Ambil secarik kertas atau buku catatan dan tulis apapun yang terlintas dalam kepala. Tidak ada format atau ketentuan, lakukan saja sesuai kata hati.

 

3. Temukan hal-hal yang menyebabkan overthinking

Setelah menuliskan hal yang mengganggu dalam kepala, coba kelompokkan satu per satu. Ibarat mengambil pakaian dari tumpukan, jika tumpukan tersebut hanya diletakkan secara asal maka akan lebih sulit menemukan pakaian yang diinginkan.

Menulis dan mengelompokkan isu yang menyebabkan terlalu banyak berpikir dapat menjadi cara “menata” isi kepala.

Selain menulis, cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi overthinking adalah bercerita kepada orang lain. Setiap orang bebas memilih cara masing-masing yang dirasa nyaman untuk menguraikan pikirannya.

 

4. Mempraktikkan mindfulness

Mayo Clinic menyebut bahwa mindfulness adalah salah satu cara meditasi untuk fokus pada hal yang dihadapi saat ini dan merasakan momen yang dihadapi secara utuh.

Mindfulness dapat menjadi cara untuk membiarkan diri sendiri menjadi rileks untuk sementara waktu. Saat merasa rileks, maka pikiran dapat lebih mudah ditata dan situasi overthinking menjadi tidak dominan.

 


Sumber Thumbnail: Freepik