Kiat Mencegah Impulsive Buying

Impulsive buying adalah belanja tanpa direncanakan sebelumnya. Seseorang melakukan impulsive buying secara tiba-tiba, biasanya karena diskon besar-besaran atau big deal yang sayang untuk dilewatkan.

 

Menurut Verywell Mind, impulsive buying—disebut juga impulsive shopping—ditandai oleh beberapa hal, beberapa diantaranya yakni menghabiskan uang lebih dari yang direncanakan, pergi ke toko yang sering memicu impulsive buying, merasakan instant gratification setelah pembelian yang tidak direncanakan tersebut

 

1. Susun rencana keuangan

Tidak hanya dibuat, rencana keuangan ini juga harus diterapkan demi mencegah impulsive buying. Dengan membuat alokasi dana yang jelas, seseorang dapat menahan diri untuk tidak tergiur diskon karena mengingat ada hal lain yang lebih penting dan harus dipenuhi.

 

2. Menulis daftar belanja

Demi mencegah impulsive buying, coba tuliskan daftar barang yang perlu dibeli dan patuhi daftar tersebut. Tujuannya adalah memastikan barang yang dibeli sesuai dengan kebutuhan.

Jika seseoarng tidak menyusun daftar belanja, ia akan mudah terpengaruh oleh promo di supermarket misalnya, dan berakhir tidak membeli yang dibutuhkan.

 

3. Beri waktu jeda

Saat menjumpai sebuah diskon, coba beri jeda pada diri untuk memikirkan apakah harus membeli atau tidak. Seringkali impulsive buying berlangsung begitu cepat tanpa pertimbangan jangka panjang.

Agar tidak menyesal setelah menghabiskan uang untuk suatu urusan yang kurang urgent, jangan langsung membeli.

 

4. Pergi bersama dengan orang lain untuk memberi reminder

Saat belanja, tak ada salahnya mengajak orang lain untuk turut serta. Mereka bisa membantu mengerem seseorang agar tidak belanja secara berlebihan. Saat ada rekan yang membantu mengingatkan, impulsive buying akan dapat dicegah.

Kenali kebutuhan yang paling urgent dan dahulukan, sebelum memutuskan untuk membeli barang lain.

 

Diskon atau promo pembelian yang amat menguntungkan menyebabkan orang tergiur dan berusaha memanfaatkan diskon tersebut. Beli secukupnya sesuai dengan kebutuhan dan jadilah orang yang bijak dengan tidak melakukan impulsive buying.

 


Sumber Thumbnail: Vecteezy