Pengalaman Seru Mahasiswa KALBIS INSTITUTE Saat Pengabdian Masyarakat di Rumah Belajar Senen

Beberapa waktu yang lalu, Rumah Belajar Senen kedatangan beberapa kakak-kakak mahasiswa dari salah satu Universitas swasta di Jakarta. Kak Marciela, Kak Melita dan Kak Sandra adalah mahasiswa aktif program studi Ilmu Komunikasi di Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis. Mereka tergabung dalam program pengabdian masyarakat yang diadakan oleh pihak kampus dan memilih Rumah Belajar Senen (RBS) sebagai wadah untuk melakukan pengabdian.

Kak Marciela dan kak Melita bergabung dalam divisi Arjuna (Sosial Media) untuk fokus dalam pengelolaan dan pembuatan konten Edukatif, perayaan Hari Besar, dan Program Buy & Donate di Instagram. Dan juga kak Sandra yang tergabung dalam divisi Srikandi (kurikulum) untuk berbagi ilmu dengan adik-adik secara daring.

Menurut pengalaman kak Marciela selama menjalankan pengabdian di RBS sangat fleksibel, tidak ada tuntutan, namun tetap bertanggung jawab terhadap tugas yang sudah dibagikan dan dipilih sendiri sejak awal. RBS memberikan kebebasan bagi para volunteer untuk memilih divisi dan tugasnya masing- masing , namun tetap disesuaikan dengan kebutuhan RBS sendiri.

Menjadi volunteer di RBS sangat membantu untuk menjadi lebih kreatif dan mengembangkan kemampuan dalam membuat konten di media sosial. Kami juga dapat menambah relasi dengan para pengurus RBS dan  kakak volunteer lainnya.

Sejalan dengan pengalaman yang dibagikan oleh Kak Melita, selama menjalani pengabdian sekaligus menjadi volunteer di RBS itu sangat menyenangkan.  Komunikasi terjalin dengan baik dan lancar untuk koordinasi tugas, fleksibel, tetapi tetap bertanggung jawab dengan tugas yang diberikan.

Diberikan kesempatan untuk menjadi volunteer di RBS selain untuk melakukan pengabdian masyarakat juga untuk mengasah kemampuan, time management, dan terhubung dengan orang-orang baru.

Tim RBS menerima kami dengan baik, tidak adanya batasan dalam waktu pengabdian dan tidak adanya paksaan dalam melakukan hal lain.

Lain halnya dengan pengalaman yang dibagikan oleh kak Sandra yang tergabung dalam divisi Srikandi (kurikulum). Menjalankan pengabdian di RBS dalam divisi Srikandi sangat menyenangkan baginya dalam berbagi pengetahuan dengan adik – adik. Di RBS Ia diberikan kebebasan bagi volunteer untuk memilih divisi dan tugasnya, namun tetap disesuaikan dengan kebutuhan RBS sendiri.

Menjadi Volunteer kurang lebih selama 1 bulan ini sangat asyik dan seru terutama keaktifan adik adik yang mengikuti kegiatan pembelajaran sangat antusias dan kemauan dalam belajar serta keiginan untuk mengetahu sesuatu hal yang baru sangat terlihat.

Namun kendala dalam divisi srikandi adalah kurang nya tenaga pengajar sehingga pembagian kelas untuk tenaga pengajar sangat minim, imbuh kak Sandra.

Melalui artikel ini, para mahasiswa juga berpesan kepada penerus volunteer selanjutnya agar tetap bertanggung jawab selama menjadi volunteer dan mengerjakan semua tugas dengan senang hati tanpa ada paksaan apapun. Kami juga berharap RBS dapat melewati masa-masa sulit seperti kurang aktivnya volunteer seperti saat ini.

Dan juga RBS dapat lebih mengoptimalisasikan media sosial terutama di Instagram dan blog sebagai sarana dan media informasi dan transparansi kegiatan. Masih banyak orang baik di luar sana yang bersedia membantu dengan tenaga maupun dana.

Kegiatan menjadi volunteer di RBS seru dan banyak menambah relasi, wawasan, kreatifitas, dan lainnya. Semoga RBS selalu memberikan yang terbaik bagi adik-adik dan menjadi sarana bermain juga belajar yang baik, semangat selalu RBS. Sampai jumpa di lain kesempatan!