2 Pepatah Bahasa Bali Tentang Kehidupan

Di setiap masyarakat memiliki pepatah yang berbeda-beda untuk mengungkapkan sesuatu hal. Begitu pula di Bali. Bali memiliki ungkapan yang sering disebut dengan sesonggan atau pepatah. Nah, kamu bisa menyimak kedua pepatah bahasa Bali berikut ini yang sering diterapkan di kehidupan sehari-hari. Apa aja? Yuk, kita bahas!

 

1. Taluh apit batu (Telur diapit oleh batu)

Taluh apit batu ini merupakan salah satu pepatah yang sering digunakan di percakapan sehari-hari. Pepatah ini hampir memiliki arti yang sama dengan pepatah yang berbunyi bagai buah simalakama atau maju kena mundur kena.

 

Nah, adapun arti dari pepatah ini adalah seseorang yang sedang berada di dalam kesulitan. Mereka bagaikan sebuah telur yang sedang berada diantara kedua batu. Jika telur tersebut bergerak sedikit saja maka telur ini akan retak atau pecah.

 

Begitu pula dengan seseorang yang sedang berada dalam kesulitan yang mana jika mereka bergerak sedikit saja maka mereka akan berada dalam bahaya.

 

2. Ngajahin bebek ngelangi (Mengajari bebek berenang)

Pepatah ini menggambarkan bahwa seseorang yang mengajarkan sesuatu kepada orang yang lebih pintar atau cerdas dalam menguasai hal tertentu. Pepatah ini juga menyadarkan kita bahwa seringkali kita merasa lebih pintar ataupun paling pintar di antara yang lainnya padahal masih ada yang lebih tahu daripada diri kita sendiri.

 

Itulah tadi 2 pepatah dalam bahasa Bali yang sering digunakan pada saat melakukan percakapan di kehidupan sehari-hari.