Timbunan Sampah Dan Limbah Di Kota Kediri

Hai YOTers!

Ketemu lagi dengan arek Kediri nih, Yuks simak ulasan berikut ini.

 

Kota Kediri adalah salah satu Kota Adipura pada tahun 2009, namun Kota Kediri masih menghadapi masalah persampahan (Yoesti, Hariyani, & Sutikno, 2010). Di Kota Kediri pengelolaan sampah dikelola oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Kediri menerapkan integrated system (Anonim, 2006).

 

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kediri yang selama ini menampung timbunan sampah mengalami overload. Jumlah sampah kurang 140 ton per-hari membuat tidak mampu menampung sampah yang dihasilkan masyarakat baik dari rumah tangga, pasar, pertokoan, perhotelan, dan sejumlah lokasi lainnya. Sehingga terjadilah penimbunan.

 

Timbunan sampah menjadi masalah lingkungan karena berdampak pada pencemaran udara akibat pembuangan sampah. Permasalahan selama bertahun-tahun hingga kini belum ada tindak penyelesaian dan warga pun bergejolak karena tidak tahan dengan polusi atau bau tidak sedap mengakibatkan warga sering terserang penyakit diare hingga Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) dan lain sebagainya.

 

Masalah lingkungan ini dapat terjadi karena: pertama, jumlah sampah lebih 140 ton per-hari. Kedua, implementasi pasal 12 Perda Kota Kediri nomor 3 tahun 2009 tentang pengelolaan lingkungan hidup oleh Dinas Kebersihan Lingkungan Hidup Kota Kediri terkait kasus pencemaran udara TPA yang kurang maksimal karena selama ini belum ada pengukuran baku mutu udara ambien di TPA bahkan ada 2 kematian orang pemulung. Dari kasus tersebut pengelolaan sampah menggunakan cara composting.

 

Upaya yang dilakukan:

  1. Melakukan upaya pengurangan sampah di TPA melalui composting dan daur ulang.
  2. Melaksanakan pengelolaan dan pemanfaatan sampah di tempat pembuangan sampah agar berdaya guna.
  3. Penambahan ruang terbuka hijau.
  4. Melakukan bimbingan teknis terkait operasional dan Manajemen Bank Sampah kepada kader-kader sampah yang ada di tiap Kelurahan agar mendorong warga menjadikan sampah bernilai ekonomis.

 

So, jangan ceroboh dan egois ya YOTers mengenai sampah. Sampah sedikit menjadi bukit dan dampaknya ke saudara-saudara kita loh. yuks hidup sehat dimulai dari diri sendiri. Spill cara hidup sehat ala kalian di kolom komentar ya rek, matursuwun!

By: Rafidah Norma Melyana