3 Tanda Playing Victim yang Perlu Kamu Ketahui

Playing victim adalah orang-orang yang selalu mengidentifikasi diri sebagai korban dan memiliki keyakinan bahwa orang lain yang menjadi penyebab kesengsaraan yang ia alami, dan biasanya pelaku playing victim ini tidak ingin bertanggungjawab atas segala kesalahannya.

 

Secara umum playing victim sering terjadi baik laki-laki maupun perempuan. Secara tidak sadar bahwa playing victim sebetulnya merupakan suatu kelainan atau penyakit yang penyebabnya belum diketahui secara khusus hanya saja tanda-tandanya yang mudah diketahui.

 

Untuk itu, ada beberapa tanda playing victim yang wajib kalian ketahui, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Selalu membandingkan diri

Orang yang suka melakukan playing victim, mereka biasanya selalu membandingkan diri dengan orang lain. Bahkan sebenarnya bibit budaya perbandingan ini sudah tumbuh sejak kecil dalam lingkup keluarganya.

 

Pelaku dari playing victim ini selalu membandingkan dirinya dengan orang lain dan menemui dirinya tidak sebaik temannya, lalu memiliki rasa iri. Seiring berjalannya waktu, rasa iri inilah yang membuat kebiasaan buruknya terus tumbuh dan berkembang. Mereka melakukannya karena kurang percaya diri, tidak optimis dan sehingga tidak menghargai kehidupannya.

 

  1. Selalu merasa lemah

Pelaku melakukan playing victim adalah selalu merasa bahwa dirinya lemah. Ketika seseorang menjadi korban, adalah hal wajar jika beranggapan bahwa ia lemah.

 

Akan tetapi, jika hal itu berlangsung terus dan pemikiran itu masih sama, tentu akan menimbulkan perasaan lemah yang dalam. Artinya, pelaku playing victim ini akan merasa tidak bisa bangkit dan tidak pula memiliki kekuatan untuk mengubah dirinya menjadi orang yang kuat.

 

  1. Selalu menghindari

Tanda playing victim adalah mereka yang suka menghindar dari tanggung jawab. Ia juga menjelaskan, orang yang memiliki sifat playing victim atau victim mentality akan sangat sulit ketika diberi tanggung jawab dan kepercayaan.

 

Mereka cenderung memiliki sifat sering menyalahkan orang lain, tidak ingin dibebani tanggung jawab dengan banyak alasan, dan selalu menghindar dari kesalahan yang diperbuatnya.

 

 

Penulis: Dede Radika

Thumbnail: freepik