Memahami Skill Set dalam Dunia Kerja

Skill set adalah kumpulan kemampuan dan keahlian seseorang. Setiap orang memiliki skill set yang berbeda tergantung pada ketertarikan, passion, karakter dan kemampuan teknis. Skill set bisa terus dikembangkan untuk meningkatkan performa kerja.

Menambah komponen dalam skill set bisa dilakukan dengan menempuh pendidikan, seperti berkuliah, mengambil kursus, atau sertifikasi. Selain itu, skill bisa didapat dari pengalaman dan jam terbang yang tinggi.

 

Mengacu pada Indeed, ada dua jenis skill yang dalam skill set, yakni soft skill dan hard skill.

Soft skill adalah skill yang berkaitan dengan karakter seseorang, seperti kemampuan berkomunikasi, beradaptasi, problem solving, kreativitas, kerjasama, manajemen waktu, kepemimpinan, juga motivasi.

 

Di sisi lain, hard skill atau disebut juga dengan technical skill, merupakan kemampuan melaksanakan suatu tugas dari pekerjaan yang spesifik. Pelatihan, tutorial dan praktik menjadi cara mendapatkan atau meningkatkan hard skill.

Hard skill diantaranya adalah akuntansi, copywriting, analisis data, perencanaan kegiatan, kemampuan bahasa, desain grafis, marketing SEO/SEM, serta teknologi informasi.

 

Skill set sifatnya tidak terbatas oleh pekerjaan atau apapun, artinya seseorang bisa saja memiliki skill akuntansi, bekerja sebagai akuntan, dan punya kemampuan desain grafis yang mumpuni.

 

Guna mengembangkan skill set, kita perlu untuk:

  1. Menentukan target skill apa yang ingin dikuasai
  2. Memutuskan cara yang digunakan untuk menguasai skill tersebut

Kursus online dan kelas kuliah khusus karyawan bisa menjadi opsi. Sesuaikan metode dengan skill yang ingin dipelajari. Jika ingin meningkatkan skill seperti kemampuan adaptasi atau kerjasama, cara terbaik mengasahnya adalah dengan praktik.

 

  1. Manfaatkan pelatihan dari perusahaan
  2. Bergabung dengan asosiasi profesional sesuai bidang

Asosiasi atau perkumpulan profesional sesuai bidang akan memberi ruang tukar ide, berbagi informasi dan wawasan paling update tentang bidang yang digeluti. Tak jarang asosiasi akan mengadakan kegiatan pelatihan untuk menunjang karir.

Contoh dari asosiasi internasional sesuai bidang adalah Ikatan Dokter Indonesia atau Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia.

 

Sumber Thumbnail: Shutterstock