Kebiasaan Buruk Mahasiswa Saat Berorganisasi yang Pantang Dilakukan

Berorganisasi sepertinya sudah menjadi “hobi” bagi mahasiswa. Namun di baliknya, ada kebiasaan buruk yang muncul. Benturan jadwal antara satu kesibukan dengan kesibukan lainnya menjadi faktor di balik kemunculan kebiasaan buruk ini. Apa saja kebiasaan buruk tersebut?

 

  1. Suka menghilang

Hai Mahasiswa, kita bukan Avatar yang menghilang saat dibutuhkan dunia. Hindari kebiasaan menghilang karena malas mengerjakan suatu tanggung jawab.

Ingat, ketika memutuskan untuk menjadi anggota organisasi ada konsekuensi yang harus ditanggung, seperti kehilangan waktu luang atau tambahan tugas selain urusan akademik.

 

  1. Terlambat saat rapat dan kegiatan

Hindari kebiasaan buruk terlambat ketika rapat dan kegiatan karena bisa menunda rundown dijalankan. Sebuah event membutuhkan peserta dan panitia untuk menjalankannya, jika semuanya terlambat, bagaimana event akan dimulai?

Ketika terlambat rapat dan rapat telah dimulai, kita bisa kehilangan kesempatan menyimak penjelasan yang ada. Alhasil, kita butuh bantuan orang lain untuk menjelaskannya ulang.

 

  1. Menunda pengerjaan job description

Setelah menerima job description, segera tindak lanjuti. Selain tugas organisasi, kita masih memiliki tanggungan tugas kuliah, kelola keduanya agar tidak mengganggu satu sama lain. Kebiasaan buruk menunda ini bisa menghambat progress seluruh tim.

Bayangkan jika seorang anggota divisi desain menunda pekerjaannya membuat poster promosi acara dan melewati batas pengerjaan, tentu akan memunculkan penundaan lainnya seperti mundurnya tanggal pendaftaran.

 

  1. Mengikuti organisasi hanya untuk sertifikat dan kurang berkontribusi

Kebiasaan buruk lainnya adalah mengejar sertifikat organisasi, tanpa berkontribusi banyak. Maksimalkan fungsi organisasi sebagai wadah menimba pengalaman, wawasan, dan skill.

Menjadi anggota yang kurang aktif akan memengaruhi relasi kita dengan anggota lain yang aktif. Tentu kita tidak ingin kan dipandang sebagai rekan yang tidak profesional.

 

Pilah dan pilih organisasi apa yang ingin diikuti, jangan serakah dan bergabung dengan terlalu banyak organisasi, ketahui batasmu dan berikan yang terbaik untuk mengembangkan organisasi maupun diri sendiri.

 

Sumber Thumbnail: Rawpixel