Social Justice Warrior: Pujian atau Sarkasme

Social Justice Warrior (SJW) menjadi salah satu topik perbincangan yang hangat di media sosial akhir-akhir ini. Hal ini bermula dari berbagai isu sosial yang berkembang di masyarakat mulai dari kesetaraan gender, penggunaan plastik, dan lain sebagainya. Dalam tiap perbincangan mengenai isu-isu ini ada saja sebagian pihak yang dilabeli sebagai Social Justice Warrior baik dalam arti peyorasi ataupun arti yang sesungguhnya. Lalu, dari mana sih istilah Social Justice Warrior ini mulai berkembang? dan apa makna sesungguhnya?

 

 

Apa Makna Sesungguhnya Social Justice Warrior?

SJW pertama kali dipopulerkan pada tahun 1991 oleh seorang aktivis di Kanada, Michel Chartrand. Michel dikenal aktif dalam perjuangan menentang ketidakadilan yang ada di masyarakat saat itu. SJW diartikan sebagai kelompok yang membela hak-hak minoritas demi menghindari diskriminasi di masyarakat. Namun, memasuki tahun 200 SJW mengalami pergeseran makna yang mengarah kepada konotasi negatif. 

 

Social Justice Warrior dalam Makna Peyorasi

 

Pergeseran makna istilah ini makin terasa ketika istilah ini mulai marak digunakan di media sosial. Mulai tahun 2011 SJW lebih diarahkan kepada mereka yang memperjuangkan liberalisme sosial, inklusi budaya, dan isu-isu yang cukup sensitif lainnya. Istilah ini juga kerap digunakan dalam makna sarkasme. DIlansir dari situs theasianparents.com pegeseran makna ini disebabkan banyak masyarakat yang menyuarakan pendapatnya tanpa dasar yang kuat dan melupakan tata krama dalam berpendapat. Selain itu mereka yang dilabeli sebagai SJW dalam konotasi negatif biasanya juga tidak memahami secara menyeluruh apa yang sedang mereka suarakan, dalam artian hanya ikut-ikutan.

 

 

Perkembangan Social Justice Warrior Saat Ini

 

Era globalisasi yang membuat semua informasi tersebar dengan cepat menjadi salah satu faktor makin berkembangnya  mereka yang disebut SJW terutama dalam konotasi negatif. Social Justice Warrior yang mempunyai makna mendalam sekarang telah bergeser sepenuhnya. Hal disebabkan oleh banyaknya argumentasi tak berdasar yang disampaikan oleh beberapa oknum di sosial media. Namun, satu hal yang harus dicatat tidak semua dari mereka yang dilabeli SJW menyampaikan argumentasi tak berdasar. Akibat maraknya istilah SJW saat ini sulit untuk membedakan mana mereka yang benar-benar membela keadilan dan mana yang hanya tong kosong nyaring bunyinya.

 

 

Dilabeli Sebagai Seorang Social Justice Warrior

Melansir dari situs detik.com, Lini Zurlia seorang aktivis yang kerap kali dilabel sebagai SJW mengemukakan pendapatnya. Lini mengatakan label SJW itu memang sering dipakai untuk menyerang mereka yang rajin mengkampanyekan isu keadilan sosial. Selain itu, menurutnya label SJW memang dimaksudkan untuk memperkecil isu yang kerap disuarakan oleh para aktivis. Lini pun tak ambil pusing soal label SJW ini. Bahkan, dia ingin mendefinisikan ulang makna istilah SJW yang sudah terlanjur bermakna buruk. Lini menilai label SJW takkan pernah mengganggu upayanya untuk terus menyuarakan isu sosial-politik dan membela mereka yang tertindas.

 

 

Menjadi Social Justice Warrior yang Sesungguhnya

Saat seseorang benar-benar memperjuangkan isu-isu sosial, ia memang sudah dapat dikatakan sebagai Social Justice Warrior. Namun, perjuangan tersebut memang harus didasari fakta dan data terkait isu tersebut secara menyeluruh bukan hanya sebagian. Hal ini tentunya bertujuan untuk mengembalikan makna Social Justice Warrior yang sesungguhnya.

Sumber

https://news.detik.com/berita/d-4761106/ketika-mereka-yang-dituduh-sjw-bersuara 

Writer

Nurul Jasmine