4 Tips Membentuk Karakter Disiplin

Disiplin artinya melatih diri untuk melakukan suatu hal secara konsisten, terlepas dari situasi yang dihadapi. Singkatnya, disiplin bisa dimengerti sebagai pengendalian diri. Sebaliknya, melakukan hal tersebut hanya ketika mudah dan nyaman dilakukan adalah karakter tidak disiplin.

 

Merujuk pada Forbes, orang disiplin akan merasa lebih bahagia karena mereka bisa mencapai lebih banyak tujuan yang kita pedulikan. Disiplin merupakan jembatan antara tujuan yang telah ditetapkan dan tujuan yang tercapai.

 

Membentuk karakter disiplin dapat dimulai dengan menerapkan empat tips berikut.

  1. Buat tujuan dan rencana tindakan

Tentukan sejak awal, ingin disiplin dalam hal apa. Buat tujuan tersebut jelas. Setelahnya, buat rencana tindakan untuk ber-progress mencapai tujuan tersebut. Tujuan diibaratkan sebagai rumah dan rencana tindakan adalah jalan yang harus dilalui dan kendaraan yang digunakan.

Tanpa tujuan kita tidak akan tahu kemana kita harus menuju dan mudah kehilangan arah atau goyah.

 

  1. Mulai lakukan disiplin harian

Disiplin membutuhkan praktik setiap hari dan pengulangan secara terus menerus. Ingin disiplin bangun pagi artinya harus memulai bangun pagi sejak hari ini dan konsisten melakukannya di hari-hari berikutnya.

 

  1. Mulai dari hal kecil

Membentuk karakter disiplin secara tidak langsung membuat kita memaksa diri melakukan sesuatu yang mungkin kurang nyaman pada awalnya. Mulai dari hal kecil yang bisa mengantarkan pada kedisiplinan tersebut.

Misalnya, disiplin berolahraga setiap hari setelah bangun tidur. Jika sebelumnya jarang berolahraga, aktivitas ini akan berat untuk dilakukan. Mulai dari olahraga seminggu sekali secara rutin dan seiring berjalannya waktu, tambahkan menjadi dua hari sekali dan seterusnya hingga target disiplin setiap hari tersebut bisa dicapai.

 

  1. Hindari hal yang berpotensi menggagalkan proses menuju disiplin

Ilustrasi sederhananya adalah seseorang yang ingin disiplin mengurangi makanan manis, langkah menghindarinya adalah dengan tidak mengunjungi toko dessert. Langkah ini membutuhkan komitmen yang besar, namun jangan beri toleransi. Satu toleransi akan membuat kita mengulang langkah pembiasaan dari awal.

 

Sumber Thumbnail: ilustrasi oleh sketchify, diedit via Canva