Goal Disengagement: Kapan Kita Boleh Menyerah?

Setelah berusaha keras, mencoba berulang kali namun gagal, terbesit pikiran untuk menyerah. Dalam kondisi tersebut, apakah kita benar-benar boleh menyerah?

 

Menurut Janina Lüscher dkk. dalam Applied Psychology: Health and Well-Being, goal disengagement adalah kapasitas untuk menyudahi usaha dan komitmen terhadap tujuan yang tidak lagi bisa diperjuangkan.

Kegigihan adalah perilaku dan karakter yang terpuji, namun kita perlu tahu kapan sesuatu masih harus diperjuangkan atau tidak. Jika melanjutkan usaha hanya akan menimbulkan rasa lelah dan kerugian lainnya, maka menyerah adalah opsi yang tepat.

Menyerah perlu dilakukan ketika waktunya tepat. Manfaat yang bisa diambil dari keputusan ini adalah memberikan pikiran kita kesempatan baru untuk memulai dari awal, menentukan target baru yang perlu diupayakan.

 

Mengutip Medium, pertimbangan yang perlu dilakukan sebelum menyerah adalah bertanya pada diri sendiri, “apa yang berusaha dibuktikan dan siapa orang yang ingin dibuat terkesan ketika tujuan tersebut tercapai?”

Tujuan yang pantas diperjuangkan dan dipikirkan matang-matang adalah tujuan yang bisa membantu kita tumbuh, menjadi lebih baik, dan meningkatkan kualitas diri.

Sementara itu, tidak masalah untuk menyerah pada tujuan yang dikejar untuk mendapatkan uang lebih banyak daripada yang dibutuhkan atau menunjukkan superioritas.

 

Putuskan untuk menyerah terhadap sesuatu ketika sepanjang jalan menuju tujuan, ada opsi yang lebih baik. Hindari untuk memaksakan diri karena merasa telah berjuang begitu keras. Jangan tutup diri pada kemungkinan baru yang bisa jadi membawa dampak positif yang lebih besar.

Gunakan intuisi untuk menebak, apakah di masa depan diri kita akan merasa menyesal atau lega karena suatu hal terus diperjuangkan? Apakah di kemudian hari kita akan merasa rugi setelah mengorbankan begitu banyak hal untuk mencapai suatu tujuan?

 

Jika dirasa begitu berat untuk melanjutkan usaha tersebut, maka cukupkan dan ambil pelajaran dari perjalanan yang telah dilakukan.

 

Sumber Thumbnail: iStock