Berhenti Menggunakan Paylater Apabila Kamu Difase Ini

Paylater adalah metode untuk menunda atau mencicil pembayaran ketika membeli sesuatu melalui suatu platform. Biasanya paylater banyak ditawarkan perusahaan-perusahaan digital dan start-up sebagai salah satu alternatif pembayaran.

 

Seiring berjalannya waktu paylater tumbuh begitu cepat, saat ini di Indonesia sudah banyak perusahaan start up maupun perusahaan konvensional membuka system paylater karena pasarnya telah berubah dan masyarakat menyukai hal tersebut karena merasa dimudahkan.

 

Dari berbagai kemudahan yang diberikan paylater, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaannya, yaitu:

  1. Konsumtif

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan paylater adalah perlu adanya kesadaran yang nyata dari diri kita sendiri. Konsumtif merupakan hal yang tidak baik dan dapat merugikan diri sendiri. Apabila diri kita merasa dimudahkan oleh paylater sehingga menjadi konsumtif maka perlu adanya pencegahan atau pemberhentian secara sadar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan

 

  1. Tidak memiliki penghasilan

Selain itu hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan paylater adalah income atau penghasilan dari pengguna. Apabila seorang pengguna paylater tidak memiliki penghasilan jangka panjang sebaiknya berhenti menggunakan paylater sebab untuk menurunkan risiko denda yang bisa merugikan dirinya sendiri.

 

Secara umum tidak ada yang melarang penggunaan paylater, akan tetapi perlu kesadaran dalam penggunaannya untuk menghindari permasalahan-permasalahan baru. Jangan memaksakan diri karena kemudahan yang ada tetapi tidak memperhitungkan kondisi sebab akan mencelakakan dan merugikan diri sendiri baik secara langsung maupun tidak langsung.

 

 

Penulis: Dede Radika

Thumbnail: freepik